BONTANG- Kasus positif Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang mulai mengalami peningkatan. Meskipun saat ini masih terhitung 12 hari. Penanggung Jawab DBD Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Siti Rahimah mengatakan, angka sementara ini lebih tinggi dibandingkan capaian bulan lalu.
Saat ini total kasus positif DBD telah mencapai tujuh. “Kalau bulan lalu itu jumlahnya lima kasus. Saat ini masih mau menyentuh pertengahan bulan sudah melampui angka bulan sebelumnya,” kata Imah, Minggu (12/7/2026).
Dari angka tersebut menyasar lima kelurahan. Mencakup dua kasus di Kelurahan Berbas Pantai dan Berebas Tengah. Sisanya masing-masing satu kasus di Kelurahan Belimbing, Gunung Telihan, dan Tanjung Laut Indah.
“Total notifikasi dengue sudah mencapai 16. Ini lebih banyak dibandingkan bulan lalu,” ucapnya.
Berdasarkan klasifikasi penderita DBD, sejauh ini terbanyak di kelompok 15-44 tahun dengan tiga kasus. Rinciannya satu pasien perempuan dan dua laki-laki. Sisanya kelompok usia di atas 44 tahun dua kasus dan 5-14 tahun dua kasus.
Sementara mengacu periodesasi per pekan, empat kasus terjadi di awal Juli. Kemudian tiga kasus di pekan kedua. Imah menuturkan mengacu lima tahun belakangan kasus DBD biasanya mulai meningkat saat Juli.
Oleh sebab itu, warga Bontang diminta waspada. Utamanya jika terdapat media yang bisa menampung air perlu diperhatikan. Sebab itu bisa menjadi sarana perkembangbiakkan nyamuk aedes aegypti.
Warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan udara, menaruh bubuk abate di bak mandi, hingga menjaga tempat penampungan udara. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum. Upaya pengasapan bukanlah menjadi jurus yang ampuh.
Pasalnya fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik tetap bisa berkembang meskipun dilakukan langkah-langkah tersebut. Itu sebabnya Gerakan 3M plus perlu diperhatikan warga.
Selain itu dari awal tahun kasus kematian DBD di Bontang tercatat satu. Sementara jumlah positif DBD sudah tembus 99 kasus. (*)
Editor : Ismet Rifani