Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Proyek Drainase Belimbing Capai 86 Persen, Dinas PUPRK Bontang Pastikan Rampung Sesuai Target

Adhiel kundhara • Minggu, 12 Juli 2026 | 17:43 WIB
DIKERJAKAN: Proyek drainase di Kelurahan Belimbing terus dikebut oleh kontraktor meski kontrak berakhir pada September mendatang. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
DIKERJAKAN: Proyek drainase di Kelurahan Belimbing terus dikebut oleh kontraktor meski kontrak berakhir pada September mendatang. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Progres pembangunan drainase di kawasan belakang Rumah Makan Melati 3, Kelurahan Belimbing, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, realisasi pekerjaan telah mencapai sekitar 86 persen dan ditargetkan selesai sesuai masa kontrak pada September 2026.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem drainase untuk mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman Belimbing.

Pekerjaan dimulai pada 11 Maret 2026 dengan masa kontrak selama enam bulan. Nilai kontrak proyek mencapai sekitar Rp3,6 miliar dan dikerjakan oleh perusahaan lokal, CV Suramadu Adristha Charita.

"Kami optimistis penyelesaian proyek sesuai dengan jadwal kontrak," kata Bowo.

Pembangunan drainase dilakukan di dua sisi jalan. Namun, panjang saluran pada masing-masing sisi tidak sama karena menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan sistem aliran air di lokasi tersebut.

Menurutnya, pembangunan drainase ini merupakan bagian dari penataan infrastruktur kawasan agar aliran air hujan dapat mengalir lebih lancar menuju saluran utama. Dengan demikian, risiko genangan di kawasan permukiman dapat ditekan.

Bowo menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan, kondisi permukiman di sekitar lokasi proyek saat ini relatif aman dari genangan yang mengganggu aktivitas warga. Meski demikian, masih terdapat beberapa kawasan perumahan BTN yang masih mengalami banjir ketika intensitas hujan tinggi.

"Kawasan permukiman di sekitar lokasi relatif aman. Namun memang masih ada beberapa kawasan BTN yang masih mengalami genangan sehingga penataan drainase terus dilakukan secara bertahap," ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan drainase tidak hanya berfokus pada pembangunan saluran baru, tetapi juga memastikan sistem drainase yang telah ada dapat terhubung dengan baik sehingga kapasitas aliran air meningkat.

Dinas PUPRK Bontang juga terus melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik rawan genangan di berbagai wilayah kota. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur drainase pada tahun-tahun berikutnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Proyek Drainase Belimbing Much Cholis Edi Prabowo Dinas PUPRK Bontang