KALTIMPOST.ID, BONTANG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang kembali melanjutkan pembangunan Jalan Gotong Royong pada tahun anggaran 2026. Proyek tersebut kini telah memasuki tahap pelaksanaan dengan progres pekerjaan yang melampaui target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas PUPRK Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, mengatakan pekerjaan fisik di lapangan sudah berjalan. Pembangunan kali ini merupakan lanjutan semenisasi ruas jalan yang sebelumnya belum seluruhnya tertangani.
Baca Juga: Wartawan Kaltim Post Raih Penghargaan Lomba Jurnalistik dari Kodim 0908 Bontang
Berdasarkan data proyek, pembangunan Jalan Gotong Royong didanai melalui APBD Kota Bontang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp2.983.726.935. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 27 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 210 hari kalender dan masa pemeliharaan 365 hari kalender.
Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Diva Anugrah Utama dengan pengawasan CV Arori Teknika. Much Cholis Edi Prabowo menjelaskan, hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai 7,13 persen, lebih tinggi dibandingkan target rencana yang seharusnya berada di angka 5,93 persen.
"Realisasi pekerjaan saat ini sudah mencapai 7,13 persen, sedangkan target pada periode yang sama sebesar 5,93 persen. Artinya pelaksanaan di lapangan masih berada di atas rencana," kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga: Pemkab PPU Selaraskan Program TJSL Perusahaan Tahun Depan, Hindari Tumpang Tindih Anggaran
Pada tahap lanjutan ini, penanganan difokuskan pada pembangunan badan jalan sepanjang kurang lebih 290 meter dengan lebar sekitar 5 meter. Selain pekerjaan jalan, proyek juga mencakup pembangunan box culvert untuk mendukung sistem drainase di titik tertentu. Ia menegaskan, pekerjaan drainase di sisi kanan dan kiri jalan belum menjadi bagian dari paket kegiatan tahun ini.
"Untuk paket pekerjaan ini belum ada pembangunan drainase kanan-kiri. Yang masuk dalam kontrak adalah penanganan box culvert sebagai bagian dari pekerjaan pendukung," ucapnya.
Meski pembangunan terus berlanjut, ruas Jalan Gotong Royong belum seluruhnya dapat disemenisasi pada tahun ini. Hal tersebut disebabkan keterbatasan anggaran sehingga penanganan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, setelah proyek 2026 selesai dikerjakan, masih akan tersisa sekitar 350 meter ruas jalan yang belum mendapatkan penanganan.
"Itu akan dilanjutkan di tahun berikutnya, namun menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah," tutur dia.
Baca Juga: Hasil Seleksi 2.087 Lowongan JMF Balikpapan 2026 Masih Diproses, Diikuti 3.900 Pengunjung
Sebelumnya pengerjaan masih menyasar di akses baru masuk Kampung Gotong Royong. Ini direalisasikan karena untuk rencana pengembangan RSUD Taman Husada ke depannya. Tahun lalu Pemkot mengucurkan anggaran senilai Rp13 miliar untuk akses baru.
"Lanjutan pembangunan ini dalam rangka untuk memberikan kenyamanan kepada warga terkait akses mobilisasi," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki