Bontang Matangkan Sekolah Rakyat, Tim Lintas OPD Dibentuk, Penyerahan Aset Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:23 WIB
BAGI KEWENANGAN: Pemkot Bontang mempersiapkan diri dalam menyambut pembangunan sekolah rakyat di Bontang Lestari dengan membentuk tim penyelenggaraan. ADIEL KUNDHARA/KP
BAGI KEWENANGAN: Pemkot Bontang mempersiapkan diri dalam menyambut pembangunan sekolah rakyat di Bontang Lestari dengan membentuk tim penyelenggaraan. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang terus mempercepat persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Selain mematangkan dokumen persyaratan, pemkot kini memperkuat koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) melalui pembentukan tim khusus agar seluruh tahapan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Progres Pembangunan Sekolah Rakyat yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris di Ruang Rapat Utama Lantai II Kantor Wali Kota Bontang, Kamis (23/7/2026). Sekolah Rakyat diusulkan masuk pembangunan Tahap III Tahun 2026 di Kelurahan Bontang Lestari pada lahan hibah yang seluruh aspek legalitasnya telah dipenuhi.

Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan setiap OPD harus menjalankan tugas sesuai Surat Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 100.3.3.3/243/DSPM/2026 tentang Pembentukan Tim Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Bontang.

Baca Juga: Komite Ekraf Tetapkan Seni Budaya sebagai Klaster Prioritas, Kuliner Tetap Andalan

"Kita tidak boleh kehilangan kesempatan memperoleh program prioritas nasional ini. Seluruh OPD harus memahami tugasnya sesuai SK dan memastikan seluruh persyaratan dapat dipenuhi tepat waktu," kata Agus Haris.

Ia juga meminta proses pendataan calon peserta didik dilakukan secara terintegrasi. Pemerintah menargetkan pendataan sekitar 1.000 hingga 1.500 calon siswa dapat diselesaikan dalam waktu maksimal satu bulan dengan evaluasi rutin setiap pekan.

"Kita ingin seluruh proses berjalan cepat, tetapi tetap sesuai ketentuan. Semua pihak harus terus berkoordinasi agar Sekolah Rakyat dapat terealisasi sesuai target," ucapnya.

Kepala DSPM Bontang Ahmad Yani menjelaskan rapat tersebut lebih difokuskan pada pembagian tugas antarperangkat daerah setelah terbitnya SK tim penyelenggara.

Baca Juga: Bupati Mahulu Buka Lomba PAUD Long Bagun, Tekankan Keberanian Anak Lebih Penting dari Sekadar Menang

Menurutnya, pembentukan tim menjadi langkah penting karena pembangunan Sekolah Rakyat merupakan proyek strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh OPD sesuai bidang masing-masing.

Ia menerangkan struktur tim telah disusun berdasarkan fungsi koordinasi yang selama ini dijalankan pemerintah daerah. Asisten I membawahi urusan pendidikan, peserta didik, tenaga pendidik, serta koordinasi bersama Dinas Pendidikan dan DSPM.

Asisten II bertanggung jawab terhadap pembangunan fisik, sedangkan Asisten III mengoordinasikan bidang keuangan dan aparatur. "Rapat tadi hanya pembagian tugas berdasarkan SK yang baru. Tidak ada pembahasan lain karena yang kita kuatkan sekarang adalah koordinasi masing-masing bidang," tutur Ahmad Yani.

Menurutnya, seluruh kewajiban yang menjadi tanggung jawab Pemkot Bontang pada tahap awal telah dipenuhi. Berkas usulan beserta SK tim penyelenggara telah dikirimkan ke pemerintah pusat sejak 19 Juni 2026 sehingga saat ini daerah tinggal menunggu tindak lanjut dari kementerian.

"Yang menjadi kewajiban pemerintah kota sudah kami penuhi. Sekarang prosesnya berada di pemerintah pusat sehingga kami menunggu hasilnya sambil tetap menjalankan persiapan di daerah," terangnya.

Ahmad Yani menambahkan, dokumen yang telah disampaikan meliputi legalitas lahan, surat komitmen penyediaan layanan dasar dari PLN, PDAM, Telkom, hingga peta penanggulangan bencana yang menjadi salah satu persyaratan administrasi.

Baca Juga: Ekonomi Kreatif Kaltim Diproyeksi Sumbang 7 Persen PDRB pada 2027, Kuliner Masih Mendominasi

Ia menegaskan tahapan perizinan teknis seperti analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) belum diproses karena menunggu tahapan berikutnya setelah ada penetapan dari pemerintah pusat.

"Perizinan teknis nanti dilakukan setelah tahapan dari pusat selesai. Saat ini kami tetap bekerja secara paralel agar ketika keputusan turun, seluruh persiapan daerah sudah siap," sebutnya.

Hingga kini, dari total 23 dokumen persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat, sebanyak 17 dokumen telah diselesaikan dan sisanya masih dalam proses pemenuhan. Jika terealisasi, kawasan pendidikan terpadu Sekolah Rakyat di Bontang Lestari akan memiliki kapasitas sekitar 1.080 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kompleks tersebut juga dirancang dilengkapi asrama, laboratorium, rumah ibadah, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Sekolah Rakyat Bontang Sekolah Rakyat Bontang Lestari pembangunan Sekolah Rakyat 2026 Pendidikan Bontang pemkot bontang