Membahayakan Warga! Komisi C DPRD Bontang Desak Kontraktor Jargas Tutup Lubang Galian

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 21:41 WIB
ANTISIPASI KORBAN: Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang menyebut masih banyak lubang bekas galian pipa jargas yang belum ditimbun kembali, kondisi ini tentu sangat membahayakan. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
ANTISIPASI KORBAN: Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang menyebut masih banyak lubang bekas galian pipa jargas yang belum ditimbun kembali, kondisi ini tentu sangat membahayakan. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) di Kota Bontang kembali menjadi perhatian DPRD. Banyaknya lubang galian yang belum ditutup dinilai membahayakan keselamatan masyarakat karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib meminta kontraktor segera menyelesaikan penutupan seluruh lubang galian yang tersebar di berbagai wilayah. Politikus Partai NasDem itu menilai kondisi di lapangan sudah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Menurutnya, sejumlah laporan masyarakat menunjukkan masih banyak titik galian yang terbuka tanpa pengamanan memadai. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan terperosok akibat lubang bekas pekerjaan jaringan gas tersebut.

Sahib mengatakan, alasan kontraktor yang menyebut kekurangan tenaga kerja sebagai penyebab lambatnya penyelesaian proyek tidak dapat dijadikan pembenaran. "Kalau memang tenaga kerjanya tidak siap, jangan mengambil pekerjaan itu sejak awal. Jangan menjadikan alasan teknis sebagai pembenaran, sementara pekerjaan sudah berjalan cukup lama," kata Sahib, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai setiap pekerjaan konstruksi memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, setiap lubang galian seharusnya dilengkapi rambu peringatan maupun pengaman agar pengguna jalan mengetahui adanya aktivitas proyek.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini menunjukkan kontraktor belum menjalankan kewajiban tersebut secara maksimal. Di sejumlah lokasi, lubang galian bahkan masih terbuka tanpa pembatas maupun tanda peringatan. "Setiap lubang mestinya diberi tanda pengaman. Jangan sampai masyarakat baru mengetahui ada galian ketika sudah terlalu dekat. Risiko kecelakaannya sangat besar," ucapnya.

Politikus NasDem ini mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di kawasan yang masih menjadi lokasi pekerjaan jaringan gas. Terlebih, sebagian ruas jalan digunakan setiap hari oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Komisi C DPRD Bontang juga akan memanggil kontraktor untuk meminta penjelasan terkait lambatnya penyelesaian pekerjaan serta berbagai keluhan masyarakat. Ia menegaskan, apabila kontraktor memang tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai kontrak, maka sebaiknya menyerahkan pekerjaan kepada pihak lain yang lebih siap.

"Kalau memang tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan dengan baik, lebih baik mundur saja. Saya yakin masih banyak kontraktor lain yang mampu mengerjakan proyek ini secara profesional," tutur dia.

Sahib berharap kontraktor segera mempercepat penutupan seluruh lubang galian sekaligus memastikan aspek keselamatan menjadi perhatian utama selama proyek berlangsung. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh mengorbankan keamanan masyarakat. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
bontang jargas jargas bontang