Aliran Jargas Berbas Tengah Dihentikan Sementara, Ini yang Dirasakan Warga dan Penyebabnya

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 10:38 WIB
TERHENTI DISTRIBUSI: Pelanggan jargas di wilayah Berebas Tengah saat ini harus beralih menggunakan tabung gas pasalnya PT BME menghentikan suplai akibat bocornya pipa imbas pengerjaan proyek drainase di Jalan Zamrut. (DOK/KP)
TERHENTI DISTRIBUSI: Pelanggan jargas di wilayah Berebas Tengah saat ini harus beralih menggunakan tabung gas pasalnya PT BME menghentikan suplai akibat bocornya pipa imbas pengerjaan proyek drainase di Jalan Zamrut. (DOK/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG – PT Bontang Migas dan Energi (BME) akan menghentikan sementara aliran jaringan gas (jargas) bagi pelanggan di wilayah Kelurahan Berbas Tengah, Selasa (4/8). Penghentian dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan perbaikan pipa distribusi yang mengalami kebocoran di Jalan Zamrut.

Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dikeluarkan perusahaan, penghentian aliran gas dimulai pukul 10.00 Wita hingga pekerjaan selesai. Selama proses perbaikan berlangsung, pelanggan jargas yang berada di sektor Kelurahan Berbas Tengah diminta tidak menggunakan layanan gas rumah tangga.

Baca Juga: Persiapkan Porprov Kaltim VIII, Bupati Paser Tinjau Pembangunan GOR Bulutangkis

Unit Layanan Umum PT Bontang Migas dan Energi (Perseroda), Bursan, mengatakan, pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan kebocoran agar jaringan distribusi kembali beroperasi secara aman dan optimal.

“Perbaikan itu merupakan upaya kami untuk memastikan keamanan jaringan distribusi gas kepada pelanggan. Karena itu, aliran gas perlu dihentikan sementara selama proses pekerjaan berlangsung. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berharap masyarakat dapat memahami kondisi ini,” jelasnya.

Penghentian aliran gas hanya dilakukan pada wilayah yang terdampak, yakni sektor Kelurahan Berbas Tengah. Setelah proses perbaikan selesai dan jaringan dinyatakan aman, distribusi gas akan kembali dinormalkan secara bertahap.

Baca Juga: Polsek Muara Samu Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Paser, Segini Barang Haram yang Disita

PT BME juga mengimbau pelanggan untuk memastikan seluruh kompor dan peralatan yang menggunakan jaringan gas berada dalam kondisi mati selama penghentian berlangsung. Langkah tersebut penting dilakukan guna menjaga keselamatan serta mengantisipasi potensi risiko ketika aliran gas kembali dinyalakan.

Selain itu, perusahaan mengingatkan bahwa jadwal pekerjaan dapat berubah apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Jika hujan atau terdapat kendala teknis di lapangan, proses perbaikan berpotensi ditunda hingga situasi dinilai aman untuk dikerjakan.

Pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas gangguan layanan tersebut. Meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara, pekerjaan itu dinilai penting untuk menjaga keandalan infrastruktur jaringan gas serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap aman dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pria dan Pose Jempol saat Berfoto, Ternyata Terbentuk dari Otak

BME berharap pelanggan dapat bersabar dan memberikan dukungan terhadap proses perbaikan yang sedang dilakukan. Perusahaan memastikan tim teknis akan berupaya menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin agar distribusi gas dapat kembali normal.

Sebagai informasi, penghentian sementara aliran gas dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 4 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 Wita hingga selesai, dengan cakupan wilayah terdampak berada di sektor Kelurahan Berbas Tengah. Pelanggan di wilayah tersebut diimbau menyesuaikan kebutuhan penggunaan gas sebelum jadwal penghentian diberlakukan. (*)

Editor : Dwi Restu A
dihentikan jargas Perbaikan Berbas Tengah terhenti