Bontang Deflasi 2,26 Persen pada Juli 2026, Harga Cabai dan Bawang Merah Turun

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:04 WIB
Moch Arif Rohman
Moch Arif Rohman

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kota Bontang mengalami deflasi sebesar 2,26 persen pada Juli 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai dan bawang merah, menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi di Kota Taman.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Bontang, Moch Arif Rochman, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan harga kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil tanpa adanya lonjakan yang signifikan.

Baca Juga: Polres Nunukan Amankan Tiga Orang Terkait Unggahan Bermuatan SARA di Facebook

"Intinya Bontang mengalami deflasi. Artinya, secara umum tidak ada kenaikan harga-harga pokok yang berarti," ujar Arif, Rabu (5/8).

Berdasarkan data perkembangan inflasi Juli 2026, cabai rawit menjadi komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH), yakni minus 1,3058 persen. Selanjutnya disusul bawang merah yang menyumbang minus 0,7234 persen dan cabai merah minus 0,4769 persen.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pangan.

Baca Juga: Ekspor Kaltim Naik 18,53 Persen pada Juni 2026, Nilainya Tembus USD2,16 Miliar

Menurutnya, stabilitas distribusi menjadi faktor krusial karena sekitar 90 persen kebutuhan pangan Bontang masih dipasok dari luar daerah, bahkan luar Pulau Kalimantan. "Sekitar 90 persen komoditas kita berasal dari luar kota maupun luar pulau. Jadi, stabilitas distribusi sangat menentukan," katanya.

Selain distribusi yang lancar, meredanya permintaan masyarakat setelah berakhirnya periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) juga turut menekan harga. Setelah konsumsi kembali normal, pasokan dari daerah produsen tetap terjaga sehingga harga berbagai komoditas pangan mengalami penurunan.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kota Bontang terus melakukan berbagai intervensi. Di antaranya memantau harga kebutuhan pokok di pasar dan distributor, mengawasi distribusi BBM dan elpiji 3 kilogram, serta menggelar Gerakan Pangan Murah.

Baca Juga: Dua Pengedar Sabu di Long Iram Ditangkap, Segini Barang Haram yang Disita

Pemerintah juga menjalankan Program Gerakan Menanam Cabai Rawit Pekarangan Rumah Tangga (Gembira Pak RT) sebagai salah satu strategi pengendalian inflasi pangan. Selain itu, koordinasi dengan Bulog, distributor, dan Pertamina terus diperkuat guna memastikan ketersediaan pasokan.

Arif menegaskan, pengendalian inflasi tidak hanya bertujuan menekan harga serendah mungkin. Pemerintah juga harus menjaga keseimbangan agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat tanpa mengorbankan pendapatan petani, produsen, maupun pedagang.

"Yang harus dijaga adalah stabilitas. Distribusi jangan sampai terganggu, karena Bontang sangat bergantung pada pasokan dari luar," pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
bontang cabai deflasi turun bawang merah