KALTIMPOST.ID, BONTANG – Panjangnya antrean BBM di Kota Bontang bukan hanya perkara kuota. Jumlah SPBU yang terbatas juga menjadi persoalan. Pemkot Bontang kini mendorong penambahan titik pengisian bahan bakar dengan sedikitnya dua rencana fasilitas baru yang mulai mencuat.
Salah satu yang paling siap berada di kawasan Bontang Lestari. Pertashop yang berada sebelum kawasan Kelurahan Bontang Lestari direncanakan naik status menjadi SPBU, sehingga nantinya berpeluang melayani lebih banyak jenis BBM.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Kota Bontang Noch Arif Rochman mengatakan, kesiapan lokasi tersebut sudah cukup jauh. “Kalau informasi terakhir yang saya dapat, untuk perizinan khususnya di Bontang Lestari sudah tidak ada masalah,” ungkapnya, Rabu (5/8).
Namun, masih ada pekerjaan teknis yang harus dituntaskan. Salah satunya berkaitan dengan mesin dispenser yang saat ini digunakan Pertashop.
Peralatan tersebut tidak bisa begitu saja ditinggalkan karena nilai investasinya cukup besar. Ada rencana memindahkan perangkat lama sebelum dispenser baru untuk operasional SPBU didatangkan.
Baca Juga: Ekonomi Bontang 2027 Ditarget Tumbuh 3,35 Persen, UMKM dan Lapangan Kerja Jadi Prioritas
Apabila peningkatan status terealisasi, fasilitas tersebut tidak lagi sebatas Pertashop. SPBU nantinya dapat memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan jenis BBM lain sesuai izin dan alokasi yang diberikan.
Selain Bontang Lestari, rencana pembangunan SPBU juga pernah disampaikan pihak terkait Kopkar Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Lokasinya disebut berada di sekitar kawasan Tugu Selamat Datang. Namun, Arif menegaskan dirinya belum mendapatkan perkembangan terbaru mengenai rencana tersebut.
“Pernah disampaikan kepada Pemkot bahwa ada rencana membangun pom bensin lagi. Untuk progres terakhirnya saya belum tahu persis,” ucapnya.
Penambahan SPBU dinilai penting karena jumlah fasilitas pengisian bahan bakar di Bontang belum sebanding dengan kebutuhan kendaraan. Arif mengatakan persoalan tersebut beberapa kali muncul dalam pertemuan Pemkot bersama pengelola SPBU. Pemerintah menilai Bontang membutuhkan tambahan fasilitas agar pelayanan BBM tidak terkonsentrasi pada titik yang sudah ada.
Baca Juga: Kutim Siap Gelar Pesta Adat Ufah, Tampilkan Ritual dan Tarian Dayak Kayan
“Kebutuhan SPBU di Kota Bontang memang sangat terbatas. Karena itu, keberadaan SPBU baru memang dibutuhkan,” tutur dia.
Kendala justru muncul pada penyediaan lahan. Pemkot memiliki sejumlah aset, tetapi tidak seluruhnya berada di lokasi strategis di tepi jalan yang memenuhi kebutuhan pembangunan SPBU. Menurut Arif, Pertamina Retail bahkan sudah dua kali datang ke Bontang membicarakan peluang tersebut.
“Pemerintah punya lahan, tetapi kebanyakan posisinya agak masuk. Sementara untuk SPBU tentu membutuhkan lokasi yang sesuai,” terangnya.
Baca Juga: Kutim Siap Gelar Pesta Adat Ufah, Tampilkan Ritual dan Tarian Dayak Kayan
Persoalan jumlah SPBU semakin relevan di tengah tingginya konsumsi BBM. Data Pemkot menunjukkan kuota Pertalite Bontang 2026 mencapai 24.344 KL dan 11.688 KL di antaranya telah tersalurkan sampai Juni. Pemkot juga mengakui antrean SPBU telah berdampak terhadap waktu dan produktivitas masyarakat. Bahkan, keterbatasan pasokan di sejumlah titik dinilai dapat meningkatkan risiko kehabisan stok.
Karena itu, penambahan SPBU diharapkan menjadi solusi jangka panjang. Bukan hanya mengurai antrean, tetapi juga memperluas titik pelayanan BBM seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Bontang. (*)
Editor : Dwi Restu A