KALTIMPOST.ID, BONTANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang memastikan capaian bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) masih belum memenuhi target di semester awal.
Pasalnya Bapenda memasang target selama setahun yakni Rp10.603.527.000. Namun capaiannya hingga Juni masih terhitung Rp3.829.165.200 atau 36,11 persen. "Target di triwulan kedua ini harusnya di atas 40 persen," kata Kepala Bapenda Bontang Natalia Trisnawati.
Menurutnya capaian BPHTB sangat tergantung dengan adanya transaksi jual-beli properti dan proses pewarisan. Kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan triwulan pertama lalu. Saat itu, capaiannya sudah mencapai 18,58 persen kendati patokannya hanya 15 persen.
Baca Juga: "Kami Bukan Anak Tiri NKRI", Jeritan Pemuda Perbatasan Long Apari Soroti Mahalnya Harga Bahan Pokok
"Ketika orang itu ada transaksi properti otomatis kan berhubungan dengan BPHTB," ucapnya. Kala triwulan pertama lalu banyak orang luar daerah masuk dan melakukan ekspansi, baik untuk bisnis maupun hunian. Apalagi Bontang sebagai daerah penyangga IKN menjadi daya tarik tersendiri.
Selain itu, pembangunan kawasan perumahan baru juga ikut mendorong transaksi. Meski beberapa proyek masih dalam tahap administrasi dan belum sepenuhnya tercatat dalam BPHTB, potensi penerimaan ke depan dinilai cukup besar.
Namun demikian, Natalia menegaskan karakteristik BPHTB cenderung fluktuatif. Penerimaan sangat bergantung pada jumlah transaksi yang terjadi di lapangan.
Terkait proyeksi di APBD Perubahan, untuk penerimaan dari BPHTB tidak dilakukan penambahan atau pengurangan. Untuk memaksimalkan pemantauan, Bapenda tengah mengembangkan sistem pelaporan berbasis real time yang akan terintegrasi dalam super apps pemerintah daerah.
Baca Juga: Pengecoran Rigid Ruas Sp Belusuh–Batas Kalteng Dikebut, Jalan Disiapkan untuk Kendaraan Berat
Dengan sistem ini, perkembangan penerimaan BPHTB dapat dipantau setiap hari. “Kalau datanya real time, kita bisa langsung lihat pergerakan dan ambil kebijakan lebih cepat,” tutur dia.
Ia pun optimistis target tersebut dapat terpenuhi di akhir tahun. Seiring peningkatan mobilisasi penduduk ke wilayah Bontang. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo