Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap Menu MBG, Siswa SMP YPVDP Masih Jalani Observasi 

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 17:53 WIB
JALANI PEMERIKSAAN: Pelajar yang mengeluhkan mual yang diduga pasca menyantap menu MBG ditangani di RS LNG Badak. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
JALANI PEMERIKSAAN: Pelajar yang mengeluhkan mual dan sakit perut --diduga pasca menyantap menu MBG--- ditangani di RS LNG Badak. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) kembali menjadi perhatian. Sejumlah siswa SMP YPVDP dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan di sekolah. Salah satunya siswa berinisial D yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami mual, pusing, dan sakit perut.

Salah satu orangtua siswa yang anaknya turut menjalani perawatan di rumah sakit mengatakan, D sebelumnya mengikuti kegiatan belajar seperti biasa. Siswa tersebut juga tidak membawa bekal dari rumah karena sudah sarapan sebelum berangkat sekolah.

D kemudian mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah. Menu tersebut, berdasarkan informasi yang diterima orangtua siswa, terdiri dari nasi uduk, ayam suwir, wortel, dan tahu kecap.

“Dia makan semuanya sih, nasi sama ayam suwir. Setahu saya menunya nasi uduk sama ayam suwir, sama wortel dan tahu kecap,” ujar orangtua siswa tersebut, Senin (10/8/2026).

Keluhan mulai menjadi perhatian ketika kondisi D terlihat menurun. Saat dijemput oleh neneknya sekitar pukul 13.00 Wita, tubuh D disebut sudah tampak sangat pucat.

Orangtua siswa itu belum mengetahui secara pasti berapa lama setelah menyantap makanan MBG keluhan mulai dirasakan. Saat ditemui, D masih beristirahat di ruang perawatan sehingga belum dapat diajak berkomunikasi.

“Pas dijemput omanya, D sudah pucat banget. Sepertinya dia menahan sakit. Waktu saya datang sekitar jam 2, memang masih kelihatan pucat,” ucapnya.

D kemudian dibawa ke rumah sakit dan langsung mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah menjalani penanganan awal dan dipasang infus, D dipindahkan ke ruang perawatan sekitar pukul 15.30 Wita untuk menjalani observasi.

“Begitu sampai rumah sakit langsung ke IGD, kemudian diinfus dan dipindahkan ke ruang perawatan. Kalau sekarang masih diinfus, untuk obat yang diberikan saat di IGD saya kurang tahu,” tutur dia.

Menurut dia, D kemungkinan diminta pulang lebih awal oleh pihak sekolah. Sebab, saat itu waktu kepulangan siswa belum tiba. Namun, sudah terdapat siswa lain yang mengalami keluhan sehingga D diduga masuk dalam kelompok siswa yang dipulangkan lebih cepat.

“Sepertinya memang disuruh pulang. Mungkin karena sudah ada kloter pertama yang mengalami keluhan seperti itu,” terangnya.

Bukan hanya D, adiknya yang masih duduk di bangku SD juga sempat mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang sama. Namun, kondisinya disebut lebih ringan dan sudah diperbolehkan pulang bersama sang nenek.

“Adiknya tadi juga sempat mengeluh sakit perut dan mual, tetapi sudah aman dan boleh pulang,” sebutnya

Hingga kini, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut belum dapat dipastikan. Dugaan keterkaitan dengan konsumsi MBG masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut oleh pihak terkait. (*)

Editor : Ismet Rifani
SMP YPVDP dugaan keracunan MBG