KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pembangunan Lapangan HOP 1 Bontang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan kawasan. Di tengah pengerjaan yang baru mencapai 22 persen, DPRD Bontang mendorong agar pembangunan panggung seni ikut diprioritaskan.
Langkah itu dinilai penting agar fasilitas yang dibangun tidak kembali dibongkar ketika pengembangan kawasan dilanjutkan tahun berikutnya. Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menyampaikan hal tersebut setelah meninjau progres pembangunan Lapangan HOP 1 bersama Komisi C DPRD Bontang.
Proyek dengan nilai sekitar Rp17 miliar itu ditargetkan rampung pada Desember 2026. Menurut Andi Faiz, peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus melihat kebutuhan apa saja yang masih harus diselesaikan agar kawasan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Dari penyampaian PUPRK, Rp17 miliar ini memang belum membuat kawasan ini rampung seluruhnya. Karena itu, kami melihat mana yang menjadi prioritas untuk menyelesaikan kawasan ini,” kata Andi Faiz saat meninjau lokasi pembangunan, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Salurkan Gas Elpiji 3 Kg Sesuai HET, Pemkab PPU Perketat Syarat KTP dan Kelilingi 4 Wilayah
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian ialah panggung seni. Fasilitas tersebut belum mendapatkan anggaran dalam pekerjaan tahun ini. Padahal, DPRD menilai panggung seni dapat memperluas fungsi Lapangan HOP 1, terutama untuk mendukung kegiatan masyarakat.
Andi Faiz pun meminta Dinas PUPRK mengkaji kemungkinan pengalihan kegiatan untuk membangun panggung seni lebih dahulu. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya aspek teknis dan aturan kepada perangkat daerah terkait.
“Kalau memang panggungnya lebih penting, kita minta dikaji apakah ada kegiatan yang bisa dialihkan. Soal mekanisme dan aturannya, itu ranah PUPRK untuk mengkaji,” ucapnya.
Menurut Politikus Golkar ini, pembangunan fasilitas secara bertahap perlu dirancang dengan matang. Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun harus dibongkar kembali hanya karena ada pekerjaan lanjutan di kemudian hari.
Baca Juga: Teras Samarinda Tahap II Dicek Jelang Masa Pemeliharaan Berakhir, Banyak Catatan Harus Diperbaiki
“Jangan sampai kita bangun pagar dulu, kemudian tahun depan baru membangun panggung seni. Nanti pekerjaan yang sudah selesai bisa terganggu lagi karena material harus masuk dan ada bagian yang harus dibongkar,” tutur dia.
Karena itu, apabila secara teknis memungkinkan, pembangunan panggung seni dinilai lebih baik dipertimbangkan sejak sekarang. Sementara pekerjaan pagar atau pembatas kawasan dapat menyusul ketika anggaran tersedia.
Meski demikian, Andi Faiz menegaskan DPRD tidak ingin intervensi terhadap pekerjaan teknis. Usulan tersebut merupakan bagian dari masukan hasil peninjauan lapangan dan selanjutnya harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Selain memastikan kelengkapan fasilitas, DPRD juga menyoroti kualitas hasil pekerjaan. Andi meminta agar pelaksanaan pembangunan benar-benar mengacu pada gambar perencanaan sehingga tidak terjadi perbedaan antara desain dan kondisi fisik di lapangan.
“Yang kami pastikan bukan hanya progresnya sesuai target, tetapi hasil pembangunannya juga harus sesuai dengan perencanaan. Jangan sampai gambarnya bagus, tetapi hasil akhirnya tidak sesuai,” tegasnya.
Adapun pekerjaan tahun ini mencakup sejumlah fasilitas pendukung di kawasan Lapangan HOP 1. Mulai dari pembangunan pagar, taman, lapangan voli, penuntasan jalan keliling, area parkir, toilet, hingga penyelesaian jogging track.
Baca Juga: Marak Sengketa Lahan Tiap Pekan Masuk di DPRD Kutim, Dewan Gandeng Polisi Cegah Konflik
Pekerjaan juga meliputi pemasangan andesit serta penyempurnaan RKM. Penyempurnaan RKM dilakukan karena sebelumnya belum terdapat anggaran untuk penyelesaian plafon.
Dengan seluruh pekerjaan tersebut, pemerintah diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian proyek secara fisik. Penataan kawasan juga harus memperhatikan aspek estetika sehingga Lapangan HOP 1 nantinya memiliki kualitas ruang publik yang baik.
Dinas PUPRK sendiri menyatakan usulan pembangunan panggung seni akan dikaji. Kabid Tata Ruang dan Tata Bangunan Dinas PUPRK Robbysai Manassa Mallisa menyebut masukan DPRD akan dipertimbangkan melalui kajian teknis dan disesuaikan dengan prosedur yang berlaku.
“Masukan dari DPRD akan kami pertimbangkan secara teknis. Kami akan melihat dan mengkajinya sesuai prosedur yang ada,” terangnya.
Baca Juga: Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap Menu MBG, Siswa SMP YPVDP Masih Jalani Observasi
Dengan progres sekitar 22 persen, pengerjaan Lapangan HOP 1 masih akan berlangsung hingga Desember. DPRD berharap pengawasan diperkuat agar target penyelesaian tercapai tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo