Dapat Seragam, Tas, dan Buku Sekolah Gratis, Siswa SD di Bontang Senang, Bisa Jadi Cadangan

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:15 WIB
TERIMA BANTUAN: Pelajar di SD 002 Bontang Selatan mendapatkan tas, seragam dan buku tulis dari Pemkot Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP
TERIMA BANTUAN: Pelajar di SD 002 Bontang Selatan mendapatkan tas, seragam dan buku tulis dari Pemkot Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID,BONTANG - Senyum semringah terlihat dari wajah siswa kelas 5A SD 002 Bontang Selatan, Ahmad Zulfiansyah, saat menerima perlengkapan sekolah, Senin (10/8/2026). Seragam, tas, dan buku yang dibagikan menjadi tambahan kebutuhan belajar untuk menjalani tahun ajaran baru.

Ahmad mengaku senang mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah tersebut. Seragam putih-merah bahkan sudah diterimanya sejak Rabu lalu. Selain seragam, paket yang diterima juga mencakup tas dan buku.

“Senang,” ujar Ahmad saat ditanya perasaannya setelah menerima perlengkapan sekolah secara simbolis oleh Komisi A DPRD Bontang.

Menurutnya, seragam yang diterima terdiri atas pakaian putih dan celana pendek merah. Ia juga mendapatkan ikat pinggang sebagai bagian dari perlengkapan sekolah.

Baca Juga: Prostitusi di Kutim Bakal Ditertibkan, Wabup Mahyunadi Sebut Sudah Tempatkan "Mata-Mata" di THM

Sementara untuk tas, Ahmad menilai desain yang diberikan cukup bagus. Tas tersebut akan digunakan untuk menunjang aktivitas sekolah sehari-hari. “Bagus ada gambarnya,” katanya singkat ketika diminta menilai tas yang diterimanya.

Untuk buku, bantuan yang diterima bukan berarti seluruh kebutuhan belajarnya belum terpenuhi. Ahmad mengaku sebelumnya sudah membeli sejumlah buku untuk keperluan sekolah. Namun, jumlahnya masih belum mencukupi sehingga buku bantuan tersebut akan menjadi tambahan.

Dalam satu semester, Ahmad memperkirakan membutuhkan buku untuk sekitar tujuh hingga delapan mata pelajaran. Setiap mata pelajaran setidaknya membutuhkan satu buku. “Sudah beli, tapi kurang. Ini cukup untuk tambahan,” ucapnya.

Berbeda dengan seragam, tas, dan buku, Ahmad masih menantikan sepatu sekolah. Sepatu yang saat ini digunakan sebenarnya sudah dimiliki sejak duduk di kelas 4. Kondisinya pun mulai kurang layak karena sudah lama digunakan. “Sudah sobek-sobek,” tutur dia.

Baca Juga: Call Center 112 Kubar Segera Diperkuat, Operator Dibekali Simulasi Tangani Panggilan Darurat

Karena itu, sepatu baru nantinya diharapkan bisa menjadi cadangan sekaligus menggantikan sepatu lama yang telah digunakan sejak kelas sebelumnya. Cerita serupa datang dari Khayla, siswa yang juga menerima perlengkapan sekolah. Ia mengaku senang kembali mendapatkan bantuan perlengkapan pendidikan.

Khayla bukan kali pertama menerima bantuan serupa. Tahun sebelumnya, ia juga mendapatkan sejumlah perlengkapan sekolah, mulai dari sepatu, tas, buku hingga seragam.

Meski sama-sama mendapatkan tas, Khayla melihat ada perbedaan desain antara tas yang diterimanya tahun ini dengan tas pada pembagian sebelumnya. Tas terbaru dinilai lebih menarik karena memiliki gambar pada bagian tertentu

Ia menyebut tas tersebut menampilkan ilustrasi yang berkaitan dengan kampanye tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat bagi anak-anak. “Beda. Kalau yang kemarin tasnya tidak ada gambar,” ujarnya.

Untuk buku, Khayla menilai bentuk dan modelnya masih relatif sama dengan bantuan yang diterimanya pada tahun sebelumnya. Menariknya, perlengkapan yang diterima kali ini tidak selalu langsung digunakan.

Khayla mengaku sebagian kebutuhan sekolah sebenarnya sudah tersedia sehingga perlengkapan baru dapat dimanfaatkan sebagai cadangan. “Buat ganti kelas 6,” terangnya.

Baca Juga: Jangan Parkir Sembarangan! Ini Skema Baru Parkir Pengunjung Teras Samarinda II

Perlengkapan cadangan itu dinilai tetap berguna, terutama ketika perlengkapan yang digunakan sehari-hari mengalami kerusakan atau terkena hujan. Dengan begitu, siswa tidak perlu khawatir aktivitas belajar terganggu ketika perlengkapan sekolah yang digunakan tidak lagi bisa dipakai.

Bagi siswa, bantuan perlengkapan sekolah bukan sekadar barang baru. Seragam, tas, dan buku menjadi penunjang aktivitas belajar sekaligus meringankan kebutuhan perlengkapan pendidikan yang harus disiapkan keluarga.

Kehadiran bantuan tersebut juga memberikan pilihan bagi siswa untuk menggunakan perlengkapan secara bergantian, terutama bagi mereka yang masih memiliki barang dari tahun sebelumnya. Diketahui Disdikbud Bontang sebelumnya menganggarkan Rp24,27 miliar untuk seluruh pelajar sekolah negeri dan swasta. Baik jenjang SD maupun SMP.

Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pengadaan seragam sekolah, sepatu, tas, hingga buku tulis yang akan dibagikan kepada siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Berdasarkan data tersebut, pengadaan seragam SD untuk 19.970 siswa dianggarkan sebesar Rp7.279.065.000.

Baca Juga: Pembangunan Lapangan HOP 1 Bontang Dikebut, DPRD Dorong Panggung Seni Jadi Prioritas

Sementara seragam SMP bagi 9.850 siswa dialokasikan Rp3.734.135.000. Seragam terdiri dari atasan berbahan poliester fibre blended dan bawahan American Celebrity drill, lengkap dengan atribut sekolah.

Selain seragam, Disdikbud juga menyiapkan anggaran sepatu sekolah berbahan mesh atau berpori. Untuk siswa SD, anggaran sepatu mencapai Rp4.405.382.000, sedangkan sepatu SMP sebesar Rp2.172.910.000.

Pengadaan tas sekolah model punggung turut masuk dalam program ini. Tas SD dianggarkan Rp3.265.095.000 dan tas SMP Rp1.610.475.000. Tak hanya itu, Pemkot Bontang juga mengalokasikan anggaran untuk buku tulis.

Buku tulis SD sebanyak 19.970 paket dianggarkan Rp1.208.185.000, sedangkan buku tulis SMP sebanyak 9.850 paket dialokasikan Rp595.925.000. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
perlengkapan sekolah gratis Bontang seragam sekolah gratis Bontang bantuan perlengkapan sekolah Bontang siswa SD Bontang pemkot bontang