Terungkap Fakta, SPPG Bontang Selatan 05 Masak MBG Sejak Malam tapi Dikirim Pagi

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54 WIB
BEBERKAN: Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Gusti Bimantoro (pegang mik) menjelaskan terkait SOP yang ada di dapurnya saat rapat koordinasi dan evaluasi bersama Pemkot Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)
BEBERKAN: Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Gusti Bimantoro (pegang mik) menjelaskan terkait SOP yang ada di dapurnya saat rapat koordinasi dan evaluasi bersama Pemkot Bontang. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 05 ternyata mulai beraktivitas sejak malam. Ribuan porsi makanan disiapkan secara bertahap hingga dini hari sebelum dikemas dan dikirim ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Gusti Bimantoro mengungkapkan detail tahapan produksi tersebut saat memberikan penjelasan terkait makanan MBG yang dikonsumsi siswa SD dan SMP YPVDP Vidatra. Menurut Gusti, SPPG Bontang Selatan 05 setiap hari melayani sekitar 2.673 penerima manfaat. Jumlah tersebut membuat proses produksi harus dilakukan secara terjadwal dan bertahap.

Baca Juga: SPPG Bontang Selatan 05 Setop Operasional, 2.673 Penerima Terdampak

“Kalau untuk produksi, yang kami layani 2.673 penerima manfaat,” kata Gusti saat menghadiri rakor dan evaluasi program MBG di Bontang, Selasa (11/8).

Ia menjelaskan proses pengolahan sejumlah bahan dimulai pada malam hari. Untuk sayuran misalnya, persiapan dilakukan sekitar pukul 23.30 Wita. Sayuran dicuci, dipotong, kemudian masuk ke tahap pengolahan.

Sementara untuk bumbu, proses pembuatannya juga dilakukan pada malam. Bumbu seperti kemiri dihaluskan, kemudian dimasak hingga matang sebelum digunakan dalam pengolahan makanan.

Baca Juga: Gempa M7,4 Guncang Kolombia: 132 Orang Tewas, 86 Bangunan Runtuh

Untuk ayam, prosesnya memiliki tahapan tersendiri. Ayam yang diterima dalam kondisi beku terlebih dahulu menjalani proses pencairan, kemudian dipotong dan diolah.

Menu yang diproduksi pada hari kejadian terdiri dari nasi uduk tanpa santan, ayam suwir kemangi, oseng tahu, tumis pepaya wortel, serta jeruk ponti. Gusti menyebut proses ayam dimulai lebih awal. Ayam direbus terlebih dahulu sebelum kemudian disuwir dan diolah menggunakan bumbu.

Setelah seluruh makanan matang, proses pemorsian dimulai sekitar pukul 04.00 Wita. “Untuk pengemasan biasanya mulai pukul 04.00 Wita,” ucapnya.

Makanan yang sudah diporsikan kemudian dimasukkan ke ompreng. Pada pagi hari, makanan mulai disiapkan untuk distribusi ke sekolah. Pengiriman disebut mulai sekitar pukul 07.30 Wita. Menurut Gusti, makanan biasanya sudah diterima sekolah sebelum pukul 08.00 Wita.

Baca Juga: Tungggakan Pusat Capai Rp 1,9 Triliun, Gubernur Kaltim Pimpin Langsung Penagihan TKD ke Jakarta

Gusti memastikan proses pengolahan dilakukan dengan menerapkan alat pelindung diri (APD). Petugas menggunakan masker, helm, dan perlengkapan lain sesuai ketentuan yang diterapkan di dapur SPPG.

Kebersihan juga menjadi bagian dari rutinitas dapur. Setelah pekerjaan selesai, area pemorsian, meja, serta lantai dibersihkan. “Setiap selesai kegiatan, selesai pekerjaan, langsung dibersihkan. Meja pemorsian, kemudian lantai-lantai juga langsung dibersihkan,” terangnya.

Dia menambahkan, makanan yang sudah matang ditempatkan pada area khusus dan ditutup menggunakan plastik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kontaminasi sebelum makanan didistribusikan. Rangkaian produksi tersebut kini menjadi bagian penting dalam evaluasi setelah sejumlah siswa penerima MBG di YPVDP Vidatra mengalami keluhan mual dan pusing.

Baca Juga: Rp223,6 Miliar Jadi Kerugian Negara, KPK Bongkar Peran 4 Tersangka Bank BJB

Gusti mengatakan pihak SPPG siap mengikuti proses pemeriksaan dan evaluasi untuk memastikan seluruh tahapan produksi telah berjalan sesuai prosedur. Selain pemeriksaan proses memasak, sampel makanan juga telah disiapkan untuk pemeriksaan laboratorium guna membantu mengungkap penyebab keluhan yang dialami siswa. (*)

Editor : Dwi Restu A
bontang SPPG Bontang Selatan 05 keracunan masak Mbg