Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Akui Awalnya Tak Curiga Makanan, Dugaan Awal Sasar Ayam Suwir

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:33 WIB
DUGA: Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Gusti Bimantoro memprediksi penyebab terkait kasus dugaan keracunan MBG di SMP YPVDP. (ADIEL KUNDHARA/KP)
DUGA: Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Gusti Bimantoro memprediksi penyebab terkait kasus dugaan keracunan MBG di SMP YPVDP. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Informasi siswa YPVDP Vidatra mengalami mual dan pusing awalnya belum langsung membuat pengelola SPPG Bontang Selatan 05 mencurigai makanan MBG sebagai penyebab.

Kepala SPPG Bontang Selatan 05 Gusti Bimantoro mengaku baru mengaitkan kejadian tersebut dengan makanan setelah mendapat informasi lebih lanjut mengenai menu yang diduga menjadi pemicu.

Gusti menceritakan, informasi pertama mengenai siswa yang mengalami keluhan diterimanya melalui Koordinator Kecamatan. “Saya waktu itu siang ditelepon Korcam memberikan kabar bahwa ada siswa yang mual-mual di SMP Vidatra,” kata Gusti, Selasa (11/8).

Baca Juga: Terungkap Fakta, SPPG Bontang Selatan 05 Masak MBG Sejak Malam tapi Dikirim Pagi

Setelah menerima informasi tersebut, dia kemudian menghubungi Kepala SMP YPVDP Vidatra, Solihin, untuk memastikan kabar yang diterimanya. Dari komunikasi tersebut, Gusti mendapat informasi bahwa terdapat lebih dari lima siswa yang mengalami keluhan.

Dia meminta pihak sekolah untuk tidak mengonsumsi makanan yang masih utuh. Makanan tersebut diminta untuk diamankan terlebih dahulu. “Saya minta tolong makanan-makanan yang masih utuh itu jangan dimakan dulu. Didiamkan saja,” ucapnya.

Informasi jumlah siswa terdampak kemudian berkembang. Gusti menyebut laporan berikutnya menyebut sekitar 30 orang mengalami keluhan.  Selain itu, ia menerima informasi mengenai siswa yang harus mendapatkan penanganan medis. Delapan orang disebut menjalani rawat inap, sedangkan empat lainnya mendapat penanganan di IGD namun tidak dirawat.

Baca Juga: SPPG Bontang Selatan 05 Setop Operasional, 2.673 Penerima Terdampak

“Setelah itu ada update jumlah yang terdampak sekitar 30 orang. Kemudian ada update lagi berapa yang opname dan berapa yang di IGD,” tutur dia.

Gusti mengakui pada tahap awal dirinya belum berpikir bahwa makanan dari SPPG menjadi kemungkinan penyebab. Dia baru mulai mengarah pada dugaan tersebut setelah mendapat informasi mengenai ayam suwir yang disebut kemungkinan berkaitan dengan kejadian.

Baca Juga: Gempa M7,4 Guncang Kolombia: 132 Orang Tewas, 86 Bangunan Runtuh

“Awalnya saya tidak terpikir, Pak. Begitu saya dapat telepon bahwa ada ayam suwir yang kemungkinan menjadi penyebab, baru saya terpikir kemungkinan itu,” terangnya.

Setelah informasi berkembang, pihak SPPG kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang menanyakan kondisi dan jumlah siswa terdampak. Sampel makanan juga diamankan untuk pemeriksaan. Menurut Gusti, sampel dari SPPG tersedia dan telah diserahkan untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, pihak sekolah juga disebut berinisiatif membawa sampel makanan yang masih tersedia untuk diperiksa. Gusti mengatakan pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan yang dialami siswa.

Baca Juga: Tungggakan Pusat Capai Rp 1,9 Triliun, Gubernur Kaltim Pimpin Langsung Penagihan TKD ke Jakarta

SPPG memiliki prosedur pemeriksaan bahan baku, proses pengolahan, pemorsian hingga distribusi. Namun, kasus tersebut menjadi evaluasi penting bagi pengelola SPPG, terutama dalam merespons laporan kesehatan penerima manfaat.

Dengan melayani 2.673 penerima manfaat setiap hari, Gusti mengatakan pihaknya perlu memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai standar. Sementara penyebab pasti keluhan siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penelusuran dari tim terkait.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat menjawab apakah persoalan berkaitan dengan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, distribusi atau faktor lain di luar proses produksi MBG. (*)

Editor : Dwi Restu A
bontang SPPG Bontang Selatan 05 ayam suwir keracunan