KALTIMPOST.ID, BONTANG - Keterbatasan ruang kelas membuat SD 002 Bontang Selatan masih menerapkan sistem pembelajaran dua shift. Kondisi ini dinilai bukan sekadar persoalan pembagian jam belajar, tetapi turut membatasi sejumlah kegiatan siswa di sekolah.
Waka Kesiswaan SD 002 Bontang Selatan, Djumariah, mengatakan sekolah saat ini memiliki 10 ruang kelas dengan 19 rombongan belajar (rombel). Jumlah tersebut membuat pembelajaran harus dibagi menjadi dua sif agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Untuk sif pagi, kegiatan belajar berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 12.20. Sementara sif siang dimulai sekitar pukul 12.30 dan berakhir pukul 17.15.
Menurut Djumariah, kondisi tersebut sebenarnya sudah lama menjadi perhatian sekolah. Pihaknya berharap pembangunan atau penambahan ruang kelas dapat dilakukan sehingga seluruh siswa bisa mengikuti pembelajaran dalam satu sif.
Baca Juga: Persiapan HUT RI: 39 Pelajar Balikpapan Jalani Pemusatan Latihan Fisik dan Kedisiplinan Paskibra 202
“Kalau masalah seperti itu sebenarnya kami jauh-jauh hari sudah sangat mengharapkan. Tapi kayaknya belum dapat kesempatan, belum dapat rezeki,” kata Djumariah.
Ia menyebut, sekolah sebenarnya sempat memiliki perencanaan untuk pengembangan bangunan pada tahun ini. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran dan kondisi defisit.
“Tahun ini sebenarnya kita sudah ada perencanaan itu. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya terkendala,” ucapnya.
Djumariah menegaskan, penerapan dua shift cukup berpengaruh terhadap pelaksanaan berbagai aktivitas sekolah. Salah satu yang terdampak ialah kegiatan keagamaan yang memiliki waktu pelaksanaan tertentu.
Baca Juga: Mahakam Ulu "Meledak" 1.560 Persen, Balikpapan Kuasai Pembiayaan Syariah Kaltim
Ia mencontohkan program pembiasaan siswa berupa salat duha yang dilaksanakan pada Selasa, Rabu, dan Kamis pagi. Siswa yang masuk pada shift siang tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut karena waktu salat duha terbatas.
“Kegiatan itu akhirnya kami sesuaikan dengan jadwal. Untuk pertemuan bersama, misalnya, kami manfaatkan hari Sabtu karena siswa masuk pagi semua,” tutur dia.
Berbeda dengan hari biasa, pembelajaran pada Sabtu hanya berlangsung sekitar lima jam. Kegiatan dimulai pukul 07.00 hingga sekitar 09.20 untuk pengaturan pembelajaran tertentu, dengan pembagian kelas secara paralel.
Djumariah menilai kondisi akan jauh lebih mudah dikendalikan apabila SD 002 Bontang Selatan dapat menerapkan satu sif. Selain memudahkan pengaturan kegiatan, seluruh siswa juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama mengikuti aktivitas sekolah. “Kalau satu shift kan enak, terkontrol semuanya,” terangnya.
Ia berharap kebutuhan ruang belajar di SD 002 Bontang Selatan dapat menjadi perhatian pemerintah. Penambahan ruang kelas dinilai penting agar proses pembelajaran tidak terus bergantung pada sistem dua sif. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo