KALTIMPOST.ID, BONTANG - Warga di sejumlah kawasan Kota Bontang diminta bersiap menghadapi pemadaman listrik sementara, Kamis (13/8/2026) sore. Gangguan kelistrikan yang ditangani PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang Kota berdampak pada pelanggan di puluhan ruas jalan, dengan penghentian pasokan diperkirakan berlangsung selama tiga jam.
Manajer ULP PLN Bontang Rendra Alfian Raharjo mengatakan, penghentian pasokan listrik dijadwalkan mulai pukul 15.00 hingga 18.00 Wita. Langkah tersebut dilakukan secara terbatas menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN ULP Bontang Kota.
“Perkiraan penghentian sementara ini dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi kelistrikan di lapangan,” kata Rendra.
Baca Juga: Dari Benang ke Peluang, Peserta Kelas Menjahit Disiapkan Punya Bekal Buka Usaha
Wilayah yang terdampak cukup luas. Di antaranya sebagian Jalan Brigjen Katamso, sebagian Jalan S Parman, Jalan Bhayangkara, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tenis, Jalan Polo Air, Jalan Catur dan Jalan Bulu Tangkis.
Pemadaman juga berpotensi dirasakan pelanggan di sebagian Jalan A Yani, Perum Halal Square, Jalan Ir H Juanda, Jalan Anggrek, Jalan Selat Alor, Jalan Melati, Jalan Selat Banda dan Jalan Habibon.
Sejumlah kawasan lain yang masuk daftar terdampak yakni Jalan Belanak, Jalan Haruan, Jalan Tenggiri, Jalan Bandeng, Jalan MT Haryono, Jalan Pencak Silat dan Jalan Patimura.
Selain itu, pelanggan di Jalan Kalimantan, Jalan Sulawesi, Jalan Flores, Jalan Tidore, Jalan Samosir, Jalan Maluku hingga kawasan KCY juga diminta mengantisipasi terhentinya aliran listrik selama pekerjaan penanganan gangguan berlangsung.
PLN memastikan proses pemulihan menjadi prioritas. Seluruh sumber daya yang tersedia dikerahkan untuk mempercepat penormalan sistem sehingga durasi gangguan dapat ditekan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
Rendra menjelaskan, jadwal yang disampaikan kepada pelanggan merupakan estimasi. Artinya, waktu mulai maupun berakhirnya pemadaman masih dapat berubah apabila kondisi teknis di lapangan mengalami perkembangan.
“PLN terus mengupayakan pemulihan secepat mungkin dan meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan,” ucapnya.
Pelanggan yang berada di kawasan terdampak diimbau mengantisipasi pemadaman dengan mengamankan perangkat elektronik sebelum pasokan listrik dihentikan. Peralatan yang sensitif terhadap perubahan tegangan juga sebaiknya dipastikan dalam kondisi aman hingga listrik kembali normal.
PLN turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Perusahaan memastikan perkembangan penanganan gangguan menjadi perhatian petugas di lapangan.
Dengan cakupan wilayah yang cukup panjang, warga di sejumlah ruas jalan tersebut perlu memperhitungkan kemungkinan terganggunya aktivitas pada sore hari. Terlebih, pemadaman berlangsung pada jam ketika kegiatan perkantoran, perdagangan, jasa, dan aktivitas masyarakat masih berjalan.
PLN kembali mengingatkan bahwa rencana penghentian sementara tersebut dapat berubah, baik dari sisi waktu, durasi maupun pelaksanaannya, bergantung pada kondisi kelistrikan terkini. Pelanggan diminta mengikuti informasi terbaru dari PLN untuk mengetahui perkembangan penormalan pasokan listrik. (*)
Editor : Sukri Sikki