Tiga Siswa SDN 009 Bontang Utara Dibawa ke Puskesmas, SPPG Bantah Berkaitan dengan MBG

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:30 WIB
PENYEBAB LAIN: SPPG Bontang Utara 01 menegaskan tiga pelajar yang pusing setelah menyantap MBG diklaim bukan karena program tersebut. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PENYEBAB LAIN: SPPG Bontang Utara 01 menegaskan tiga pelajar yang pusing setelah menyantap MBG diklaim bukan karena program tersebut. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Kabar tiga siswa SD Negeri 009 Bontang Utara, Kelurahan Loktuan, yang dibawa ke puskesmas setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), diklarifikasi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 01.

SPPG memastikan belum ada indikasi keluhan yang dialami siswa tersebut disebabkan makanan MBG.

Kepala SPPG 01 Bontang Utara Rufaidah Safira mengatakan, pihaknya baru menerima informasi mengenai kondisi siswa tersebut sekitar pukul 11.00 Wita, Jumat (14/8). Informasi awal diterima setelah adanya laporan dari Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Naik Rp 100 Triliun, Anggaran Pendidikan 2027 Tembus Rp 820,9 T untuk PIP hingga Renovasi Sekolah

Setelah memperoleh informasi tersebut, Rufaidah langsung mendatangi SDN 009 Bontang Utara untuk melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah. “Dari pihak sekolah memang tidak memberi tahu kami karena mereka tidak merasa itu dari MBG,” kata Rufaidah.

Berdasarkan keterangan yang diterimanya dari pihak sekolah dan guru, keluhan yang dialami siswa terjadi setelah mereka menyantap makanan, kemudian bermain dan berlari-lari di tengah cuaca panas.

Rufaidah menyebut salah satu keluhan yang disampaikan adalah pusing. Siswa kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan. “Anaknya sudah sehat dan bisa main lagi, lari-lari tadi,” ucapnya.

Baca Juga: Potensi Tsunami Berakhir! Update Peringatan Dini Akibat Gempa NTT M7.7 Hari Ini Resmi Selesai

Menurut dia, siswa tersebut dibawa ke puskesmas sekitar pukul 10.00 Wita. Setelah menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 11.30 Wita siswa sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Rufaidah menegaskan, berdasarkan informasi yang diterima pihak SPPG, belum ada kesimpulan yang mengaitkan kondisi siswa dengan makanan MBG. Karena itu, ia meminta informasi mengenai kejadian tersebut tidak langsung disimpulkan sebagai kasus yang disebabkan program MBG.

Menu MBG yang dibagikan kepada siswa SDN 009 Bontang Utara pada Jumat tersebut terdiri atas nasi, dimsum ayam, tumis sayuran, tempe, serta buah pisang.

Baca Juga: 8 Daerah NTT dan Sulsel Siaga Tsunami usai Gempa Hari Ini M7.7, Cek Estimasi Waktu Tibanya

Pengantaran makanan ke sekolah dilakukan pada pagi hari karena Jumat merupakan hari dengan waktu kepulangan siswa lebih cepat. Makanan disebut telah diantar sekitar pukul 07.30 Wita.

Rufaidah juga memastikan distribusi MBG dari SPPG Bontang Utara 01 kepada penerima manfaat lainnya berjalan normal. SPPG tersebut melayani sekitar 19 satuan penerima manfaat dengan total penerima sekitar 2.900 orang. “Alhamdulillah semuanya aman. Tidak ada laporan sama sekali,” tutur dia.

Dia menambahkan, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap seluruh penerima manfaat sebagai bagian dari evaluasi layanan MBG.

Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai tiga siswa SDN 009 Bontang Utara yang disebut mengalami keluhan setelah menyantap MBG. Pihak SPPG menegaskan informasi mengenai kondisi siswa perlu dilihat secara utuh, termasuk keterangan dari sekolah dan hasil pemeriksaan fasilitas kesehatan.

Baca Juga: BKN Buka Pendaftaran CPNS Sekolah Kedinasan 18 Agustus, Kuota Capai 4.770 Formasi

Dengan demikian, hingga konfirmasi dilakukan, belum terdapat dasar yang memastikan keluhan tiga siswa tersebut disebabkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.

Rufaidah mengatakan pihaknya terbuka untuk melakukan koordinasi apabila kembali ditemukan keluhan dari penerima manfaat. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap informasi mengenai MBG dapat ditelusuri berdasarkan fakta dan tidak menimbulkan kesimpulan sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Editor : Dwi Restu A
pelajar SD 009 Bontang Utara puskesmas Mbg