KALTIMPOST.ID-Perjuangan puluhan anggota Paskibraka Kota Bontang selama hampir dua bulan berbuah apresiasi.
Pemkot Bontang memastikan seluruh anggota Paskibraka tetap mendapatkan hadiah sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka dalam menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada upacara HUT Kemerdekaan, Senin (17/8) di Stadion Bessai Berinta.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, keberhasilan Paskibraka menjalankan tugas bukan sekadar soal bendera yang berhasil dikibarkan dengan sempurna.
Menurutnya, proses panjang yang dijalani para pelajar tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Baca Juga: Penurunan Merah Putih Tutup HUT Ke-81 RI di Kubar, Generasi Muda Jadi Simbol Estafet Kepemimpinan
“Dapat, dapat hadiah yang sama. Itu sudah komitmen. Setiap tetesan keringatnya tentu kami Pemerintah Kota Bontang menghargai perjuangan,” kata Neni.
Ia menyebut latihan Paskibraka bukan pekerjaan ringan. Para anggota harus menjalani latihan secara disiplin dalam waktu hampir dua bulan hingga akhirnya mampu tampil maksimal pada upacara kemerdekaan.
Karena itu, Pemkot Bontang ingin memberikan apresiasi yang tidak sekadar bersifat seremonial.
Hadiah yang diberikan diupayakan memiliki manfaat bagi pengembangan kemampuan dan wawasan para anggota Paskibraka.
Neni mengatakan, Pemkot Bontang sebelumnya telah memberikan kesempatan kepada anak-anak Bontang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui program belajar di Kampung Inggris. Konsep serupa juga ditawarkan kepada anggota Paskibraka.
“Kalau kemarin kita memberikan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris, kali ini kita menyerahkan juga kepada tim Paskibraka, inginnya ke mana. Kalau ingin ke Kampung Inggris silakan,” ucapnya.
Baca Juga: Upacara HUT Ke-81 RI di Balikpapan Timur Diikuti 2.100 Peserta, Perkuat Persatuan Warga
Menurut Neni, apabila pilihan tersebut disepakati para anggota Paskibraka, program dapat diarahkan ke Kampung Inggris di Bogor.
Biayanya dinilai relatif efisien karena untuk satu peserta diperkirakan sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta selama dua pekan, di luar biaya perjalanan. “Lebih efisiensi, kemudian ilmunya bertambah buat anak-anak kita,” tutur dia.
Selain penghargaan, Neni menegaskan Pemkot Bontang ingin membuka ruang aktualisasi yang lebih besar bagi generasi muda.
Mereka diharapkan tidak hanya menjadi peserta dalam berbagai kegiatan, tetapi ikut mengambil peran dalam proses pembangunan daerah.
Hal tersebut sejalan dengan visi Pemkot Bontang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Neni menilai generasi muda merupakan salah satu modal utama Bontang untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Karena itu, investasi terhadap kemampuan, pengalaman, dan wawasan anak muda dinilai sama pentingnya dengan pembangunan fisik di daerah. (rd)
Editor : Romdani.