KALTIMPOST.ID-Pemkot Bontang memaknai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperkuat pelayanan dan pemenuhan hak masyarakat.
Sejumlah layanan dan apresiasi diserahkan dalam Syukuran HUT ke-81 RI yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Senin (17/8).
Kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan remisi tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris menghadiri kegiatan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.
Baca Juga: Gratis 4.000 Bandeng! Torani Rayakan HUT ke-19 di Balikpapan dan Samarinda, Catat Jadwalnya
Turut hadir Ketua TP PKK Bontang Nur Kalbi Agus Haris, Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam, Plt Kepala Lapas Kelas IIA Bontang Huzaifah Makmur Hidayah, Anggota DPRD Kaltim sekaligus Ketua PIAD Bontang Shemmy Permata Sari, serta jajaran perangkat daerah.
Neni mengatakan momentum kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja bersama untuk meningkatkan pelayanan sekaligus melanjutkan pembangunan daerah.
“Semangat kemerdekaan harus kita maknai dengan terus berbenah, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemkot menyerahkan KTP elektronik dan bingkisan kepada empat pelajar yang genap berusia 17 tahun pada 17 Agustus 2026.
Penyerahan menjadi bagian dari pemenuhan hak administrasi kependudukan bagi warga yang telah memenuhi persyaratan usia.
Pemkot juga menyerahkan santunan kepada ahli waris pekerja rentan. Penerimanya berasal dari lingkungan BKPRMI, BKAG Bontang, pengurus RT Kelurahan Api-Api, petugas PPKBK Kelurahan Gunung Elai, hingga pekerja rentan di lingkungan Pemkot Bontang.
Pada kesempatan yang sama, ATR/BPN menyerahkan sertifikat aset negara kepada wali kota Bontang. Pemkot juga menyerahkan dokumen sertifikat wakaf kepada tiga pihak penerima.
Baca Juga: Pangdam VI/Mulawarman Hadiri HUT ke-81 RI di Samarinda, Tekankan Persatuan dan Pertahanan Bangsa
Momentum kemerdekaan turut menjadi kesempatan memberikan hak kepada warga binaan. Sebanyak tujuh warga binaan Lapas Kelas IIA Bontang menerima Remisi Umum II (RU II).
Pemberian remisi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Remisi ditempatkan sebagai bagian dari proses pembinaan terhadap warga binaan yang telah memenuhi ketentuan.
“Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan bentuk penghargaan negara atas keberhasilan pembinaan sekaligus kesempatan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri, kembali kepada keluarga, dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat,” kata Neni.
Dalam konteks pemasyarakatan, komitmen menjaga integritas juga menjadi perhatian. Kebijakan zero tolerance ditekankan terhadap peredaran narkotika, penyalahgunaan wewenang, pungutan liar, percaloan, maupun penyelundupan barang terlarang.
Selain pelayanan dan pemenuhan hak masyarakat, Pemkot memberikan perhatian kepada generasi muda yang menjalankan tugas dalam momentum kemerdekaan.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Gus Luthfy Azka Nararya yang menjadi wakil Bontang dalam Paskibraka Nasional 2026.
Penghargaan juga diberikan kepada seluruh anggota Paskibraka Bontang yang bertugas dalam upacara peringatan kemerdekaan.
“Rasa haru, bangga, dan bahagia kita rasakan ketika melihat anak-anak kita menjalankan tugasnya dengan sempurna. Saat Sang Merah Putih dikibarkan, seluruh mata tertuju pada perjuangan dan ketekunan mereka. Ini menjadi kebanggaan bagi Bontang,” ujar Neni.
Baca Juga: Bupati Mudyat Noor Apresiasi Paskibraka PPU, Sukses Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan peringatan kemerdekaan tidak hanya diisi seremoni.
Momentum HUT RI juga dirangkai dengan pelayanan administrasi, perlindungan pekerja rentan, kepastian aset dan wakaf, pembinaan warga binaan, hingga apresiasi kepada generasi muda.
Neni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi untuk melanjutkan pembangunan menuju Indonesia Emas.
“Dirgahayu Indonesia Merdeka. Mari kita terus berbenah dan memajukan negeri. Dari Bontang untuk Indonesia,” pungkasnya. (Luciana/kmf/edw/adv/rd)
Editor : Romdani.