BONTANG- Persediaan air bersih di Bontang mulai menghadapi tekanan akibat musim kemarau panjang. Debit sumber air baku menurun, bahkan pasokan dari sumber di wilayah barat mengalami penurunan hingga 50 persen. Perumda Air Minum Tirta Taman pun meminta masyarakat mengubah kebiasaan penggunaan air dan mulai berhemat.
Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, mengatakan kondisi sumber air saat ini harus disikapi bersama. Penurunan debit tidak hanya terjadi pada sumber air baku di wilayah barat, tetapi juga sejumlah sumur dengan penurunan kapasitas sekitar 2 sampai 3 persen dan maksimal sekitar 5 persen.
“Kalau yang di barat itu sampai 50 persen. Kalau sumur paling tidak sekitar 2 sampai 3 persen, paling banyak 5 persen,” kata Suramin.
Kondisi tersebut berdampak terhadap produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan. Karena itu, Perumda tidak hanya melakukan pengaturan distribusi, tetapi juga mengajak masyarakat mengurangi pemakaian air yang tidak mendesak.
Menurut Suramin, kebiasaan pelanggan dalam menggunakan air menjadi salah satu faktor penting selama pasokan belum kembali normal. Air yang tersedia perlu digunakan sesuai kebutuhan agar pelayanan dapat menjangkau lebih banyak pelanggan.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan air secara bijak, terutama ketika aliran sedang tersedia. “Pakailah sehemat mungkin. Kalau air mengalir, ditampung. Jadi ketika air tidak mengalir, masih ada persediaan,” kata Suramin.
Perumda juga mengimbau masyarakat memiliki tempat penampungan atau tandon air di rumah. Dengan begitu, kebutuhan dasar tetap dapat dipenuhi ketika distribusi sedang bergeser ke wilayah lain.
Selain mengurangi pemakaian, pelanggan diminta memperhatikan kondisi instalasi air di rumah. Kebocoran pada keran maupun jaringan internal dapat membuat air terbuang percuma, terlebih saat pasokan sedang terbatas. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan kebocoran jaringan maupun gangguan distribusi.
Perumda juga mendorong sejumlah kebiasaan sederhana. Keran sebaiknya dimatikan ketika tidak digunakan. Penggunaan ember dapat diprioritaskan saat mencuci dibandingkan membiarkan air mengalir terus-menerus.
Air bekas pakai atau grey water yang masih layak juga dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan tertentu, seperti menyiram tanaman. Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air selama kemarau. Perumda menilai penghematan tidak harus dilakukan melalui langkah besar. Kebiasaan kecil di rumah, jika dilakukan bersama, dapat mengurangi pemborosan air secara signifikan.
Suramin menegaskan kondisi pasokan akan terus dipantau. Jika hujan belum turun dan debit sumber air semakin menyusut, pengaturan distribusi berpotensi diperketat atau diperluas.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menunggu sampai gangguan pasokan semakin meluas untuk mulai berhemat. “Kalau pelanggan terdampak sudah aman, pola yang ada sementara kita pertahankan. Kita lihat perkembangannya,” ucapnya.
Perumda Tirta Taman juga menyiapkan layanan bagi pelanggan yang mengalami gangguan. Pengaduan dapat disampaikan melalui nomor (0548) 23555, sedangkan layanan pelanggan melalui WhatsApp tersedia di 0812 5378 7420.
Perumda berharap kesadaran menghemat air menjadi gerakan bersama selama musim kemarau. Air yang digunakan seperlunya hari ini diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan untuk kebutuhan masyarakat Bontang ke depan. (*)
Editor : Ismet Rifani