Distribusi Air Bontang Bergiliran Mulai 17 Agustus, IPA Brigjen Katamso Dibagi Dua Zona

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 17:26 WIB
PEMBAGIAN: Perumda Tirta Taman Bontang memberlakukan kembali pengaturan pendistribusian untuk IPA Brigjen Katamso sebagai dampak menurunnya suplai bahan baku air bersih dari infrastruktur bendung sungai. ADIEL KUNDHARA/KP
PEMBAGIAN: Perumda Tirta Taman Bontang memberlakukan kembali pengaturan pendistribusian untuk IPA Brigjen Katamso sebagai dampak menurunnya suplai bahan baku air bersih dari infrastruktur bendung sungai. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Aliran air bersih di sejumlah wilayah Bontang mulai diatur bergilir. Perumda Air Minum Tirta Taman Bontang menerapkan sistem satu zona dari IPA Jalan Brigjen Katamso Kilometer 6 mulai 17 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul penurunan debit sumber air baku akibat musim kemarau panjang. Pengaturan distribusi dilakukan untuk menjaga pemerataan pelayanan sekaligus memastikan tekanan air tetap mampu menjangkau pelanggan, terutama yang berada di kawasan lebih tinggi.

Direktur Utama Perumda Tirta Taman Bontang, Suramin, mengatakan pola distribusi dibagi menjadi dua wilayah, yakni zona atas dan zona bawah. Keduanya mendapatkan waktu aliran berbeda.

Zona atas mendapatkan distribusi air mulai pukul 07.00 hingga 11.00. Wilayah ini meliputi Jalan Brigjen Katamso, Jalan S. Parman, Jalan Balikpapan, serta Jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya.

Baca Juga: Wolbachia Bontang Belum Merata, Bontang Barat 75 Persen, Selatan Baru 22 Persen

Sementara zona bawah mendapatkan aliran mulai pukul 11.00 hingga 07.00 keesokan harinya. Wilayah zona bawah mencakup Jalan MT Haryono, Jalan MH Thamrin, Jalan Awang Long, Jalan Mulawarman, Jalan Dewi Sartika, Jalan Cut Nyak Dien, Jalan R Soeprapto, Jalan Suryanata, Jalan Parkesit, Jalan DI Panjaitan, Jalan KP Tendean, Jalan KS Tubun, Jalan Pattimura, Perum BTN KCY, Jalan A Yani dan sekitarnya.

Kemudian Jalan Imam Bonjol, Jalan HM Ardhan, Jalan Tomat, Jalan Brokoli, Jalan Durian, Jalan Selat Bone, Jalan Selat Selayar, serta Jalan Ir H Juanda dan sekitarnya. Suramin mengatakan pembagian tersebut diperlukan untuk menjaga tekanan air tetap merata.

Jika seluruh jaringan dibuka bersamaan, wilayah dataran rendah cenderung lebih cepat menerima aliran. Sebaliknya, pelanggan di dataran tinggi membutuhkan tekanan lebih besar agar air dapat mencapai jaringan rumah mereka.

“Ini kita bagi untuk mendorong supaya tekanan merata. Kalau dibuka semua, daerah dataran rendah memang mengalir, tetapi yang dataran lebih tinggi harus menunggu sampai tekanannya cukup,” kata Suramin.

Baca Juga: 19 Kasus Pencurian Dibongkar, 22 Tersangka Diciduk Polres Bontang

Penurunan debit sumber air baku menjadi alasan utama pola tersebut diterapkan. Bahkan, sumber air di wilayah barat mengalami penurunan hingga 50 persen.

Sementara itu, kapasitas sejumlah sumur juga mengalami penurunan. Namun persentasenya relatif lebih kecil, yakni sekitar 2 sampai 3 persen dan paling tinggi sekitar 5 persen.

Suramin menegaskan pengaturan distribusi bukan berarti pelayanan dihentikan. Sistem tersebut merupakan strategi untuk mengatur tekanan agar air dapat didorong secara bergantian ke wilayah pelayanan.

Perumda akan terus mengevaluasi kondisi tersebut. Jika kemarau berkepanjangan dan debit air baku kembali turun, cakupan pengaturan distribusi dapat diperluas.

Sebaliknya, apabila kondisi cuaca dan sumber air baku kembali normal, pelayanan akan dikembalikan seperti semula dengan sistem zona yang lebih luas. “Kalau kondisi cuaca dan air baku kembali normal, pelayanan akan kita kembalikan seperti semula. Kita lihat dulu perkembangannya,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi pelanggan yang mengalami gangguan aliran, Perumda juga menyiapkan layanan distribusi menggunakan mobil tangki. Namun layanan tersebut memiliki keterbatasan sehingga diprioritaskan untuk wilayah tertentu yang membutuhkan.

Baca Juga: Citra Bawa Harapan Samarinda, Siap Buru Podium di O2SN Nasional 2026

Suramin mengimbau pelanggan yang terdampak pengaturan distribusi untuk menampung air ketika aliran sedang tersedia.

Perumda juga meminta masyarakat segera melaporkan gangguan atau kebocoran jaringan agar dapat ditangani dan tidak semakin memperbesar kehilangan air selama kondisi pasokan masih terbatas. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
air bersih Bontang distribusi air Bontang air Bontang bergilir jadwal air Bontang Perumda Tirta Taman Bontang