Drainase HM Ardans Bontang Capai 45 Persen, Trotoar Tanpa Aksesori

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:04 WIB
DIKEBUT: Proyek saluran drainase di Jalan HM Ardans terus dipercepat oleh kontraktor pemenang dalam upaya untuk meminimalisasi genangan saat intensitas hujan tinggi di kawasan tersebut. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
DIKEBUT: Proyek saluran drainase di Jalan HM Ardans terus dipercepat oleh kontraktor pemenang dalam upaya untuk meminimalisasi genangan saat intensitas hujan tinggi di kawasan tersebut. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Proyek drainase di Jalan HM Ardans, Bontang, mulai menunjukkan progres signifikan. Hingga Kamis (20/8), pengerjaan telah mencapai 45 persen. Namun, proyek senilai Rp13,8 miliar itu tidak mencakup pemasangan aksesori pada trotoar.

Kepala Bidang Sanitasi, Air Minum, dan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Edi Suprapto mengatakan, capaian tersebut berada di atas target yang ditetapkan. Bahkan, progres pekerjaan disebut telah mengalami surplus lebih dari 10 persen.

“Sekarang progresnya sudah 45 persen. Kalau dari bobot pekerjaan, ada surplus sekitar 10 persen lebih,” kata Edi.

Pekerjaan di Jalan HM Ardans tersebut masih terus berjalan. Ruang lingkupnya mencakup pembangunan trotoar dan drainase pada titik yang telah ditentukan. Pekerjaan juga berlanjut hingga kawasan setelah TPU Pisangan. 

Meski demikian, Edi menegaskan pengerjaan tidak sampai ke area lapangan. Artinya, titik pekerjaan memiliki batas sesuai perencanaan dan kontrak yang telah ditetapkan.

"Panjanganya 700 meter dari simpang empat Pisangan," ucapnya.

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah ketersediaan material. Pasalnya, pengerjaan proyek konstruksi dengan nilai cukup besar membutuhkan pasokan material yang konsisten agar progres di lapangan tidak tersendat.

Edi memastikan kebutuhan material untuk proyek tersebut masih aman. Termasuk material beton yang menjadi bagian penting dalam pekerjaan.

“Untuk material aman saja. Beton juga aman,” tutur dia.

Dengan kondisi tersebut, PUPRK Bontang belum melihat kendala berarti yang dapat menghambat pekerjaan. Apalagi, kondisi cuaca saat ini cukup mendukung aktivitas konstruksi di lapangan.

Masa kontrak proyek tersebut berakhir pada November 2026. Dengan progres yang telah mencapai 45 persen serta surplus lebih dari 10 persen, Dinas PUPRK optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai batas waktu kontrak.

Untuk diketahui, pekerjaan trotoar HM Ardans dikerjakan CV Riu Bangun Nusa. Edi juga menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut tidak memasukkan pembangunan aksesori trotoar seperti tiang bollard. Dinas PUPRK hanya mengerjakan bagian trotoar sesuai lingkup pekerjaan yang tercantum dalam kontrak.

“Kalau kami, pekerjaannya trotoar saja. Tidak ada tiang bollard atau aksesori lainnya,” terangnya.

Proyek di Jalan HM Ardans diharapkan dapat memperbaiki kualitas infrastruktur kawasan sekaligus mendukung sistem drainase. Dengan waktu pengerjaan yang masih tersedia hingga November, Dinas PUPRK Bontang akan terus memantau progres agar pekerjaan berjalan sesuai target. (*)

Editor : Ismet Rifani
Drainase HM Ardans Edi Suprapto Dinas PUPRK Bontang