Waspada Demam Berdarah! Gunung Telihan Terbanyak Catat Kasus Positif DBD di Bontang

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:16 WIB
PENGASAPAN: Jika terdapat penyebaran kasus DBD di kawasan tertentu maka Diskes Bontang melakukan fogging area. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
PENGASAPAN: Jika terdapat penyebaran kasus DBD di kawasan tertentu maka Diskes Bontang melakukan fogging area. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Bontang. Selama Agustus 2026, jumlah kasus positif tercatat 15. Penanggung Jawab DBD Diskes Bontang Siti Rahimah mengatakan dari jumlah kasus tersebut tersebar di delapan kelurahan. 

"Terbanyak di Kelurahan Gunung Telihan dengan enam kasus," kata Imah, Selasa (1/9/2026). Disusul Satimpo dan Tanjung Laut Indah dengan masing-masing dua kasus. Sementara Tanjung Laut terdapat satu kasus dengue dengan warning sign dan satu kasus positif DBD. 

Sisanya satu kasus di empat kelurahan yakni Api-Api, Belimbing, Berebas Tengah, dan Bontang Baru. Mengacu klasifikasi usia, sebaran penderita DBD terbanyak menyasar rentang 5-14 tahun dengan enam kasus. 

Baca Juga: Bikin Bangga! Samarinda Jadi Satu-satunya Kota di Indonesia yang Raih Penghargaan WHO

Rinciannya kasus pasien perempuan dan dua kasus laki-laki. Kemudian lima kasus di usia 1-4 tahun, dua kasus di kategori 15-44 tahun, dan dua kasus  usia di atas 44 tahun.  " Total kasus dari awal tahun mencapai 139. Dengan satu kasus berujung kematian," ucapnya. 

Diketahui jumlah kasus Agustus ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yakni 19 kasus. Meski demikian, warga tidak boleh lengah dengan menurunnya kasus DBD.

Warga tetap dimina untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Utamanya, jika terdapat media yang bisa menampung udara menjadi sarana perkembangbiakkan nyamuk aedes aegypti. 

Baca Juga: Ironi Kota Minyak, Balikpapan Punya Kilang Besar tapi Warganya Masih Antre Pertalite

Warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan udara, menaruh bubuk abate di bak mandi, hingga menjaga tempat penampungan udara. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum. Upaya pengasapan bukanlah menjadi jurus yang ampuh. 

Pasalnya fogging hanya bisa membunuh nyamuk dewasa. Sementara jentik tetap bisa berkembang meskipun dilakukan langkah-langkah tersebut. Melalui gerakan 3M ini bisa menjadi anggota hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan udara. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
Diskes Bontang kasus DBD Bontang Gunung Telihan Bontang