KALTIMPOST.ID- Pembangunan Jembatan Guntung di Kota Bontang melaju jauh lebih cepat dari jadwal. Memasuki awal September 2026, progres fisik proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp6,3 miliar itu telah mencapai 77 persen, atau surplus sekitar 33 persen dibanding rencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang, Much Cholis Edi Prabowo, yang akrab disapa Bowo, mengatakan percepatan pekerjaan terus dilakukan agar jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurut dia, dengan capaian 77 persen, pembangunan Jembatan Guntung kini memasuki tahapan akhir. Sejumlah pekerjaan utama telah dituntaskan dan tersisa pekerjaan pada bagian jalan serta jembatan. “September ini sudah selesai 95 persen,” kata Bowo.
Target tersebut membuat penyelesaian proyek diproyeksikan lebih cepat dari batas waktu kontrak. Berdasarkan papan informasi proyek, pembangunan Jembatan Guntung memiliki waktu pelaksanaan 225 hari kalender dengan kontrak mulai 6 Mei 2026. Nilai kontraknya mencapai Rp6.315.418.303 yang bersumber dari APBD Kota Bontang. Dikerjakan oleh CV Aldi Pratama.
Bowo menyebut kontraktor saat ini tinggal mengejar sejumlah pekerjaan akhir, terutama pengecoran pada badan jalan dan jembatan. Jika tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik dapat rampung dalam waktu dekat.
Baca Juga: Sistem Listrik Bontang Kian Perkasa! Gardu Induk 150 kV Siap Beroperasi Oktober
“Pengecoran jalan dan jembatan,” ucapnya saat ditanya mengenai pekerjaan yang masih tersisa. Meski konstruksi ditargetkan selesai lebih cepat, Bowo menegaskan jembatan tidak serta-merta langsung dibuka untuk kendaraan. Sebelum digunakan, struktur jembatan terlebih dahulu harus melalui uji beban untuk memastikan kelayakan dan keamanan bangunan.
“Oktober bisa, tapi kami uji beban dulu,” tutur dia. Artinya, masyarakat Guntung berpeluang menikmati akses jembatan baru tersebut mulai Oktober apabila seluruh pekerjaan dan pengujian berjalan lancar. Namun, pemerintah tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai tahapan penting sebelum jembatan dibuka untuk umum.
Sementara itu, Bowo menyampaikan pemerintah juga tengah membuka ruang bagi tokoh masyarakat untuk memberikan masukan terkait nama resmi jembatan. Salah satu usulan yang muncul adalah Jembatan Etam, selain penyebutan Jembatan Guntung yang selama ini melekat pada proyek tersebut.
“Nama jembatan juga kami minta masukan dari para tokoh. Ada Guntung, Jembatan Etam,” ungkap Bowo. Ia berharap seluruh proses pembangunan hingga pengujian berjalan tanpa kendala. Jika sesuai target, peresmian jembatan ditargetkan paling lambat November 2026. “Paling lambat November insyaallah sudah diresmikan. Mudah-mudahan lancar semuanya,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki