Cegah Banjir, Dinas PUPRK Bontang Turunkan Alat Berat Normalisasi Saluran Air dan Sungai

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:14 WIB
ANTISIPASI GENANGAN: Dinas PUPRK Bontang menurunkan alat berat untuk normalisasi saluran drainase di beberapa titik. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)
ANTISIPASI GENANGAN: Dinas PUPRK Bontang menurunkan alat berat untuk normalisasi saluran drainase di beberapa titik. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID- Ancaman genangan dan kerusakan fasilitas umum tak dibiarkan berlarut. Pemkot  Bontang melalui tim lapangan bergerak menyasar sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, mulai dari pengerukan sedimentasi hingga pembenahan fasilitas warga.

Tim Pasukan Bersih Sungai (Panbers) diterjunkan untuk melakukan normalisasi saluran drainase di beberapa kawasan. Pekerjaan tersebut menyasar Gunung Elai, Bontang Kuala, hingga kawasan Jalan Pelabuhan III.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi di lapangan. Pria yang akrab disapa Bowo itu menyebut pekerjaan lapangan menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi infrastruktur sekaligus mengantisipasi persoalan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Yang kita lakukan ini bagian dari pemeliharaan. Titik-titik yang membutuhkan penanganan kita tindak lanjuti sesuai kondisi dan tingkat kebutuhannya,” kata Bowo, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Sistem Retribusi Parkir RSUD Taman Husada Batal Berlaku 1 September, RSUD Kebut Palang Parkir

Di Kelurahan Gunung Elai, tim menurunkan excavator long arm untuk mengangkat sedimentasi yang menumpuk di area samping Gedung PMI. Endapan lumpur yang menghambat kapasitas aliran dibersihkan agar saluran dapat kembali berfungsi lebih optimal.

Penanganan juga menyasar kawasan Bontang Kuala. Tim Panbers menggunakan excavator amfibi untuk melakukan normalisasi Sungai Nelayan di sekitar Jalan Kapten Pierre Tendean. Penggunaan alat berat tersebut disesuaikan dengan karakteristik lokasi yang berada di kawasan perairan.

Tak hanya menggunakan alat berat, personel lapangan juga bergerak membersihkan parit warga di Jalan Pelabuhan III. Material hasil pengerukan dan pembersihan kemudian diangkut menggunakan dump truck sehingga tidak kembali menutup akses maupun mengganggu lingkungan sekitar.

Sementara itu, Tim BRC fokus menangani sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan fisik. Perbaikan dilakukan secara cepat untuk mengurangi potensi bahaya, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Tunggakan Pokok LBB Lunas, Penalti Keterlambatan Rp 400 Juta Dinegosiasikan ke Pemkot Bontang

Bowo menegaskan, pemeliharaan infrastruktur berupa tiang bollard tidak hanya dilakukan ketika kerusakan sudah semakin parah. Respons cepat di lapangan diperlukan agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

“Prinsipnya, fasilitas yang memang membutuhkan penanganan kita usahakan segera ditangani. Begitu juga dengan saluran air, karena kelancaran aliran sangat penting untuk mengurangi risiko genangan,” ucapnya.

Menurut dia, sinergi antara tim Panbers dan BRC akan terus dimaksimalkan. Selain mendukung kebersihan dan kenyamanan kota, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Pemkot Bontang berharap normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, serta pembersihan drainase dapat menjaga kapasitas saluran air menghadapi curah hujan tinggi. Di sisi lain, perawatan fasilitas umum diharapkan membuat ruang publik lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat. (riz)

Editor : Muhammad Rizki
normalisasi Sungai Bontang Banjir Bontang Dinas PUPRK Bontang