Salat Istisqa Digelar, Pemkot Bontang Wanti-wanti Karhutla di Tengah Kemarau

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:41 WIB
BERHARAP: Pemkot Bontang menggelar Salat Istisqa untuk memohonkan turun hujan sebagai penanganan karhutla. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 
BERHARAP: Pemkot Bontang menggelar Salat Istisqa untuk memohonkan turun hujan sebagai penanganan karhutla. (ADIEL KUNDHARA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Langit Bontang yang tak kunjung menurunkan hujan membuat pemerintah dan masyarakat tak hanya mengandalkan upaya teknis. Doa dipanjatkan, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diperketat.

Salat Istisqa pun digelar sebagai ikhtiar bersama menghadapi kemarau yang kian terasa. Pemkot Bontang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kota menggelar Salat Istisqa dan doa bersama 1448 Hijriah di Stadion Bessai Berinta, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga: Bank Bontang Butuh Tambahan Suntikan Modal Inti Belasan Miliar Rupiah

Ribuan elemen masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah berkumpul memohon pertolongan Allah Swt agar hujan segera turun.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, aparat keamanan, tokoh agama, serta masyarakat ikut membaur dalam kegiatan yang berlangsung di tengah kondisi cuaca kering.

Namun, Salat Istisqa tidak sekadar menjadi momentum spiritual. Pemerintah juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk kembali mengingatkan masyarakat mengenai ancaman Karhutla yang meningkat selama musim kemarau.

Neni mengatakan, kondisi kering harus dihadapi dengan kewaspadaan lebih tinggi. Sebab, aktivitas sederhana yang tidak diperhitungkan dapat memicu kebakaran dan meluas ketika vegetasi dalam kondisi kering.

Baca Juga: Kemarau Panjang Bikin Air Bontang Barat Diatur Bergilir, Cek Jadwal Distribusinya  

Data yang disampaikan Neni menunjukkan hingga Agustus 2026, Kalimantan Timur telah mencatat 196 kejadian Karhutla dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 388,8 hektare.

Angka tersebut menjadi peringatan agar masyarakat tidak menganggap sepele aktivitas yang berpotensi memunculkan api. Terlebih, kondisi kemarau membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit apabila kebakaran telanjur meluas.

“Pemerintah terus berikhtiar dan membangun, sementara masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan. Pemerintah hadir, masyarakat bergerak; pemerintah berikhtiar, masyarakat menjaga, dan kita bersama-sama berdoa memohon pertolongan Allah Swt,” kata Neni.

Baca Juga: Karhutla di Kutim Berujung Proses Hukum, Tiga Orang Sudah Diamankan Polisi

Selain mengantisipasi kebakaran, wali kota juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak. Kebutuhan yang bersifat esensial harus menjadi prioritas di tengah kondisi ketersediaan air yang perlu dijaga bersama.

Pesan tersebut dinilai penting karena kemarau tidak hanya meningkatkan potensi Karhutla, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap sumber air dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Di sisi lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang KH Misbahul Munir yang bertindak sebagai khatib memberikan penguatan dari sisi keagamaan. Ia mengajak masyarakat menjadikan kondisi alam sebagai bahan evaluasi sekaligus momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Menjaga alam, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan kepentingan manusia saat ini, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama agar sumber daya yang tersedia tidak rusak dan habis akibat perilaku yang tidak bijak.

Pemkot Bontang juga telah memperkuat langkah pencegahan Karhutla melalui aparatur kewilayahan. Pemerintah menginstruksikan jajaran di 15 kelurahan untuk meningkatkan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.

Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan, sampah, maupun aktivitas lain yang dapat memicu munculnya titik api. Pengawasan di tingkat kelurahan menjadi penting karena pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi. (*)

Editor : Sukri Sikki
Salat Istisqa kemarau Neni Moerniaeni pemkot bontang karhutla