BONTANG- Upaya mengantisipasi potensi banjir di Kota Bontang terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK). Kali ini, Tim Panbers (Pasukan Bersih Sungai) bergerak melakukan pengerukan sedimentasi dan normalisasi alur sungai di dua lokasi yang dinilai membutuhkan penanganan.
Pekerjaan tersebut dilakukan di kawasan PMI, Kelurahan Gunung Elai, serta kawasan sungai besar di Jalan Gang Jati Nomor 7 RT 21, Kelurahan Satimpo. Di kawasan PMI, Dinas PUPRK Bontang mengerahkan ekskavator long arm untuk mengeruk endapan lumpur dan sedimentasi yang menumpuk di badan sungai.
Pengerukan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung sungai yang mengalami pendangkalan. Dengan alur yang lebih terbuka, air diharapkan dapat mengalir lebih lancar dan tidak mudah meluap ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bontang.
Penanganan sedimentasi menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan sungai. Endapan lumpur yang dibiarkan menumpuk dapat mempersempit penampang sungai sehingga mengurangi kemampuan sungai menampung dan mengalirkan debit air.
Sementara itu, Tim Panbers juga bergerak ke kawasan Jalan Gang Jati No. 7 RT 21, Kelurahan Satimpo. Di lokasi tersebut, petugas bersama armada dump truck melakukan pembersihan sekaligus normalisasi alur sungai.
Pekerjaan mencakup pembukaan jalur atau rintisan serta pembersihan material yang berpotensi menghambat aliran air. Gulma, sampah, sedimentasi, hingga material lain yang menyebabkan penyempitan alur menjadi bagian yang ditangani petugas.
Normalisasi dilakukan untuk memastikan aliran air tetap memiliki jalur yang memadai hingga menuju saluran maupun titik pembuangan akhir.
Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan, pemeliharaan dan normalisasi sungai akan terus dilakukan secara rutin. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga fungsi sistem drainase makro sekaligus mengurangi risiko genangan dan banjir.
“Penanganan sungai dan saluran air ini merupakan bagian dari upaya pencegahan banjir. Kami terus melakukan pemeliharaan dan normalisasi di titik-titik yang membutuhkan penanganan agar aliran air tetap lancar,” kata pejabat yang akrab disapa Bowo ini.
Selain mengandalkan penanganan teknis, Dinas PUPRK Bontang juga mendorong keterlibatan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah ke sungai maupun saluran air dinilai dapat memperbesar persoalan ketika hujan turun.
Sampah yang menyumbat aliran, ditambah sedimentasi dan pertumbuhan gulma, dapat membuat kapasitas saluran berkurang. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat munculnya genangan di kawasan permukiman. Karena itu, masyarakat diimbau ikut menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar. "Tidak membuang sampah sembarangan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kelancaran aliran air," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani