Sejumlah Pembangkit PLN Bermasalah, Listrik Bontang Dipadamkan hingga Sore  

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 13:11 WIB
PEMADAMAN: Suplai arus listrik dari PLN ke sebagian wilayah Kota Bontang terhenti pada saat ini. (ADIEL KUNDHARA/KP)
PEMADAMAN: Suplai arus listrik dari PLN ke sebagian wilayah Kota Bontang terhenti pada saat ini. (ADIEL KUNDHARA/KP)  

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Gangguan pada sejumlah pembangkit membuat pasokan listrik di Bontang kembali harus dikurangi. PLN ULP Bontang Kota melakukan penghentian sementara aliran listrik di sejumlah kawasan pada Jumat (11/9/2026), dengan waktu pemadaman diperkirakan berlangsung hingga pukul 16.00 Wita.

Kali ini, cakupan wilayah terdampak terbilang luas. Hampir seluruh kawasan dalam jaringan pelayanan PLN ULP Bontang Kota masuk dalam daftar yang berpotensi mengalami penghentian pasokan listrik.

Baca Juga: Pemkab Kutim Luruskan Soal Dana RT, Ketua RT Tak Terima Rp250 Juta Cash

Manajer ULP PLN Bontang Rendra Alfian Raharjo mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan yang terjadi pada sejumlah pembangkit. PLN pun mengambil langkah penyesuaian pasokan untuk menjaga sistem kelistrikan tetap terkendali.

“Penormalan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi sistem dan kesiapan pasokan di lapangan,” kata Rendra.

Berdasarkan pengumuman PLN ULP Bontang Kota, pemadaman listrik berlaku hingga pukul 16.00 Wita. Namun, waktu tersebut bersifat estimasi dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi kelistrikan.

Baca Juga: Sespimen Polri dan Pemkab Paser Bahas Strategi Mitigasi Karhutla di Tanah Grogot

Wilayah terdampak mencakup sebagian Jalan Brigjen Katamso, sebagian Jalan S Parman, Jalan Bhayangkara, Jalan Imam Bonjol, Jalan Tenis, Jalan Polo Air, Jalan Catur dan Jalan Bulu Tangkis.

Kemudian sebagian Jalan A Yani, Perum Halal Square, Jalan Ir H Juanda, Jalan Anggrek, Jalan Selat Alor, Jalan Melati, Jalan Selat Banda, Jalan Habibon, Jalan Belanak, Jalan Haruan, Jalan Tenggiri hingga Jalan Bandeng.

Sejumlah kawasan lain yang masuk daftar terdampak yakni Jalan Ciptomangunkusumo, Jalan Brokoli, Jalan Paprika, Jalan Tomat, Jalan Selat Lombok, Jalan Selat Selayar, Jalan Selat Bone dan Jalan Selat Malaka.

Pemadaman juga berpotensi dirasakan pelanggan di Jalan Ampera, Jalan Gajah Mada, Jalan Jamrut, Jalan Berlian, Jalan Rubi, Jalan Safir, Jalan AP Mangkunegoro, Jalan Alexander dan Jalan Angkasa.

Berikutnya Jalan WR Soepratman, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Emerald, Jalan Zamrut, Jalan Veteran, Jalan Tipalayo, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Teuku Umar dan Jalan Sultan Agung hingga kawasan Berbas Pantai.

Tidak berhenti di kawasan tersebut, daftar wilayah terdampak juga mencakup Jalan Asmawarman, Jalan Tarakan, Jalan Potingku, Jalan Pendidikan, Jalan Palembang, Jalan Durian, Jalan Taman Siswa, Jalan Damai, Jalan Simon Tampubolon, Jalan HM Ardans dan Jalan Ulin.

Kawasan Kanaan, sebagian HOP, sebagian Jalan A Yani, Jalan Sultan Syahrir, Jalan Selat Karimata, Jalan Selat Rote, Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Cumi-Cumi dan Jalan Kenangan turut masuk dalam daftar.

Rendra memastikan petugas PLN terus bergerak menangani gangguan. Seluruh sumber daya dikerahkan untuk mempercepat pemulihan sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.

Baca Juga: TPP Guru Samarinda Tertunda, DPRD Pastikan Tak Ada Pengurangan  

Menurut dia, kondisi sistem kelistrikan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu penormalan. Karena itu, pelanggan diminta memahami apabila terdapat perubahan dari jadwal yang telah diumumkan.

“Petugas kami terus memantau perkembangan sistem agar pasokan dapat kembali normal sesegera mungkin,” ujarnya.

PLN juga mengingatkan pelanggan agar ikut menjaga keandalan sistem kelistrikan melalui penggunaan listrik secara bijak. Imbauan khusus diberikan pada periode beban tinggi, yakni pukul 18.00–21.00 Wita.

Pelanggan diminta mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan. Penggunaan pendingin ruangan juga dianjurkan diatur pada suhu di atas 24 derajat Celsius. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi beban konsumsi listrik.

Selain itu, masyarakat didorong mengoptimalkan penggunaan peralatan elektronik yang hemat energi. Penggunaan listrik secara efisien menjadi salah satu bentuk dukungan pelanggan terhadap upaya menjaga keandalan pasokan.

Bagi pelanggan yang wilayahnya terdampak, PLN mengimbau agar perangkat elektronik diamankan sebelum dan saat terjadi penghentian pasokan. Langkah ini penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi ketika aliran listrik kembali dinormalkan.

PLN ULP Bontang Kota menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan pembangkit dan penghentian sementara aliran listrik tersebut.

Perusahaan juga mengingatkan bahwa jadwal pemadaman listrik Bontang dapat mengalami perubahan, baik dari sisi waktu maupun durasi. Bahkan, penghentian dapat dibatalkan apabila kondisi kelistrikan memungkinkan.

Dengan cakupan wilayah yang luas, masyarakat di berbagai kawasan Bontang diharapkan memperhatikan perkembangan informasi dari PLN. Terutama pelanggan rumah tangga, pelaku usaha, perkantoran dan fasilitas layanan publik yang sangat bergantung pada pasokan listrik.

Gangguan sejumlah pembangkit menjadi faktor utama penyesuaian pasokan listrik kali ini. PLN menyatakan upaya pemulihan terus dilakukan agar sistem kembali stabil dan pelayanan kepada pelanggan dapat berjalan normal. (*)

Editor : Sukri Sikki
listrik padam Kota Bontang pln