KALTIMPOST.ID-Keterbatasan fiskal daerah membuat Pemkot Bontang mencari cara lain untuk menjaga wajah kota.
Tanpa menggunakan APBD, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan bergotong royong mengecat sekitar 7 kilometer median jalan yang mulai kusam.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari Jumat Bersih yang dipimpin Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di Jalan Soekarno Hatta, Jumat (11/9). Kegiatan dilakukan di tengah penurunan postur APBD yang membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan sejumlah program.
“Kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD. Seluruh pelaksanaannya merupakan gerakan gotong royong yang melibatkan seluruh perangkat daerah sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kota yang kita cintai,” kata Neni.
Baca Juga: LAPSUS: Antrean di Balikpapan Belum Usai, Hiswana Migas Usul Semua SPBU Seharusnya Jual Pertalite
Pekerjaan dibagi kepada seluruh OPD. Masing-masing perangkat daerah mendapat tanggung jawab mengecat median jalan sepanjang sekitar 200 meter. Dengan pembagian tersebut, pengecatan sepanjang 7 kilometer ditargetkan dapat diselesaikan dalam sehari.
Neni mengapresiasi Dinas Perhubungan Bontang yang mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara serentak. Sekretariat Kota (Setkot) Bontang juga mengerahkan puluhan pegawai untuk mengecat median sesuai lokasi yang telah ditentukan.
Gerakan serupa didorong hingga tingkat kelurahan. Para lurah diminta melibatkan RT, Karang Taruna, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga kebersihan serta fasilitas publik di wilayah masing-masing.
Salah satunya dilakukan di Bontang Lestari. Neni ikut turun mengecat median jalan di depan Kantor Kelurahan Bontang Lestari bersama jajaran pemerintah daerah.
Menurut Pemkot Bontang, Jumat Bersih tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki tampilan kota. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas publik sekaligus mempertahankan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Gerakan kebersihan itu juga dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari pengelolaan kota dan upaya mempertahankan capaian Adipura.
Baca Juga: LAPSUS: Antrean di Balikpapan Belum Usai, Hiswana Migas Usul Semua SPBU Seharusnya Jual Pertalite
Pemkot Bontang sebelumnya meraih penghargaan lingkungan tingkat regional Kalimantan yang disertai dana insentif sebesar Rp 2 miliar.
Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, Neni berharap pola gotong royong dapat terus menjadi salah satu cara menjaga lingkungan kota. Keterlibatan perangkat daerah hingga masyarakat dinilai penting agar pemeliharaan fasilitas publik tidak hanya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah. (iqbal/prokompim/edw/rd)
Editor : Romdani.