Wali Kota Bontang Minta Pelajar Kuasai Bahasa Asing dan AI, Ini Alasannya

Edwin Agustyan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 19:43 WIB
Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 IPM Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).
Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 IPM Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).

KALTIMPOST.ID-Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa tantangan baru bagi generasi muda.

Pelajar di Bontang didorong tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memperkuat kemampuan literasi, numerasi, bahasa asing, hingga karakter.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menghadiri Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bontang di Aula Gedung Dispopar, Sabtu (12/9).

Neni menilai organisasi kepelajaran seperti IPM memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus melatih kemampuan berorganisasi. Bekal tersebut dibutuhkan untuk menghadapi perubahan dunia pendidikan dan persaingan yang semakin terbuka.

Baca Juga: Tanpa APBD, Wali Kota Bontang Ajak Semua Pegawai OPD Percantik Median Jalan Sepanjang 7 Kilometer

Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI membuat tantangan generasi muda semakin kompleks. Pelajar perlu mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan agar tidak tertinggal oleh perubahan.

“Jangan berkecil hati dengan keadaan. Terus belajar, persiapkan diri sejak dini, kuasai bahasa, kuatkan agama, manfaatkan kesempatan beasiswa, dan terus berjuang,” kata Neni.

Selain kemampuan memanfaatkan teknologi, penguasaan literasi, numerasi, dan bahasa asing dinilai semakin penting.

Kemampuan tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi pelajar untuk melanjutkan pendidikan maupun mengembangkan diri di tengah persaingan global.

Namun, penguatan kapasitas pelajar juga perlu dibarengi perlindungan terhadap berbagai persoalan sosial. Pemkot Bontang mendorong terbentuknya ekosistem perlindungan yang melibatkan pemerintah, sekolah, organisasi Muhammadiyah, dan keluarga.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mencegah perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun seksual, serta penggunaan media sosial secara berlebihan yang berpotensi menimbulkan kecanduan.

Baca Juga: Dishut Kaltim Dapat Dana Karbon Rp 5 Miliar, Ternyata Hanya Rp 2,4 Miliar untuk Pencegahan Karhutla

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bontang Indra Wijaya mengatakan, sinergi dengan pemerintah turut mendorong IPM menjalankan sekitar 50 program strategis. Sebanyak 20 program di antaranya merupakan hasil kolaborasi lintas sektor.

Kiprah IPM dalam pembinaan generasi muda juga mendapat apresiasi setelah meraih penghargaan sebagai organisasi kepemudaan (OKP) Terfavorit pada 2025.

Pemkot Bontang memastikan ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan akan terus diperluas. Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pelajar menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. (kmf/rie/edw/rd)

Editor : Romdani.
karhutla Kaltim penajam paser utara Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pemkot bontang Kutai Barat