Wali Kota Bontang Minta Pelajar SMA-SMK Jalani PJJ, Cabdin Keluarkan Keputusan Situsional

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:10 WIB
TUNGGU KEPUTUSAN: Sejumlah SMA dan SMK masih menunggu kebijakan dari Cabdin Disdikbud Kaltim terkait PJJ di Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP
TUNGGU KEPUTUSAN: Sejumlah SMA dan SMK masih menunggu kebijakan dari Cabdin Disdikbud Kaltim terkait PJJ di Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kondisi Bontang yang diselimuti kabut asap pekat membuat pelajar jenjang PAUD hingga SMP menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak Jumat (18/9/2026).

Bahkan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni telah memohon kepada Sekprov Kaltim untuk memberlakukan keputusan serupa bagi jenjang SMA-SMK sederajat.

Mengingat jenjang tersebut kewenangannya berada di Pemprov Kaltim. "Berhubung situasi kiriman asap di Bontang, saran agar siswa SMA, SMK, dan SLB menerapkan pembelajaran daring sampai udara baik kembali," kata Neni, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Optimalisasi Data Mikro dan Strategi PPU Hadapi Tantangan Operasional Website Kampung KB

Permohonan tersebut dikarenakan warga Bontang harus dilindungi dari paparan kabut asap. Apalagi ini menyangkut aspek kesehatan pelajar. Namun demikian, awak Kaltim Post mendapatkan kabar bahwa Cabdin II Disdikbud Kutim-Bontang memberikan kewenangan kepada kepala sekolah untuk melaksanakan PJJ atau perubahan jam pelajaran bersifat situasional.

Dalam keterangan tersebut jam pembelajaran pada besok diatur menjadi 30 menit tiap jam pelajaran. Sehingga tatap muka berakhir pada 10.00 Wita. Namun keterangan ini bergantung situasional.

Nantinya kegiatan belajar-mengajar pada Senin depan bergantung situasi yang terjadi. Akan tetapi, Kaltim Post mendapatkan informasi bahwasanya salah satu SMA di Bontang  tetap melangsungkan KBM pada esok hari.

Baca Juga: Perbaiki Kualitas SDM Pelatih, PSSI Kaltim Gelar Kursus Lisensi D

"Padahal ini berbahaya sekali. Ini masih menunggu informasi dari Cabdin II Disdikbud Kaltim," pungkas salah satu tenaga pengajar. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
kabut asap Bontang PJJ Bontang Disdikbud Kaltim Neni Moerniaeni belajar daring