BONTANG- Kualitas udara di Kota Bontang menunjukkan perbedaan cukup mencolok berdasarkan titik pemantauan dan sumber data. Pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, pemantauan IQAir di kawasan Kota Bontang Tanjung Laut mencatat US AQI 170 atau masuk kategori tidak sehat (unhealthy).
Konsentrasi polutan utama yang terpantau adalah PM2,5 sebesar 83,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Data tersebut menunjukkan paparan partikulat halus yang cukup tinggi di kawasan Tanjung Laut.
Dalam tampilan IQAir, stasiun pemantauan tersebut tercatat berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). IQAir juga memberikan sejumlah rekomendasi kesehatan, di antaranya menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara luar, serta menggunakan masker ketika berada di luar.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada tampilan IQAir untuk Kota Bontang secara umum. Pada sekitar pukul 16.00 Wita, indeks tercatat 64 US AQI dengan kategori sedang (moderate). Konsentrasi PM2,5 berada pada level 16,0 µg/m³.
Data Kota Bontang tersebut disebut menggunakan model berbasis satelit, sehingga tidak sama dengan titik pemantauan Tanjung Laut yang menampilkan data stasiun tertentu.
Perbedaan juga terlihat dalam pemantauan aplikasi Windy. Pada sekitar pukul 16.00 Wita, indeks kualitas udara yang ditampilkan berada di angka 81 AQI dan masuk kategori sedang.
Sementara dari aplikasi IPSU milik Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Tanjung Laut Bontang mengacu data per 18 September 2026 sekira 16.00 Wita tercatat 122 dengan parameter kritis PM2, 5. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.
Kepala Diskes Bontang drg Toetoek Probadi Ekowati meminta agar masyarakat tetap waspada. Serta menjaga kesehatan dari paparan kabut asap. Bentuknya dengan tidak beraktifitas di luar ruangan. "Jika harus keluar maka memakai masker," kata drg Toetoek.
Selain itu, masyarakat wajib menjaga kondisi tubuh dengan memastikan cukup istirahat, minum air putih cukup, dan konsumsi makanan bergizi. Jika muncul tanda bahaya maka wajib segera menuju ke fasilitas kesehatan. "Seperti sesak napas, dada nyeri, penurunan kesadaran, atau kelemahan tubuh yang drastis," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani