Neni Lantik 10 Pejabat Fungsional Bontang, Target Kinerja Jadi Sorotan

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 20:37 WIB
DIKUKUHKAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melantik 10 pejabat fungsional di lingkup Pemkot Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP
DIKUKUHKAN: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melantik 10 pejabat fungsional di lingkup Pemkot Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemkot Bontang memperkuat barisan aparatur berbasis keahlian. Sebanyak 10 Pegawai Negeri Sipil (PNS) resmi dilantik dan diambil sumpah/janji sebagai pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Bontang, Senin (21/9/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni di Kantor Wali Kota Bontang. Berdasarkan Surat Keputusan Nomor 800.1.3.3/2526 d. 2535/BKPSDM/2026 tertanggal 21 September 2026, 10 aparatur tersebut mengisi sejumlah jabatan fungsional pada berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Mereka yakni Muji Esti Wahyudi dan Dandalia Cahyaning Ratri dari Bapperida. Kemudian Sutikno dan Popy Sandra Kartika dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya, Ati Murniyawati dan Ibnu Zaman Widjani dari BKPSDM, Desy Tri Susanti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota, serta Mochamad Finanj Rizal Gunawan dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.

Baca Juga: Proyek Penanganan Longsor Jalan Soekarno-Hatta Bontang Baru 34 Persen, Material T-Shape Tiba

Dua pejabat lainnya yakni Rayyan Rachmi Bratasena dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, dan Keluarga Berencana serta Didik Harianto dari Dinas Kesehatan.

Dalam sambutannya, Neni menegaskan pelantikan pejabat fungsional bukan sekadar agenda administratif. Menurutnya, jabatan tersebut membawa tanggung jawab untuk menghasilkan kinerja yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Momentum pelantikan ini bukanlah sekadar seremonial administratif, melainkan sebuah ikrar dan komitmen saudara-saudara untuk mengabdi, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kota Bontang,” kata Neni.

Dokumen resmi sambutan Wali Kota mencatat, dari 10 pejabat yang dilantik, satu orang menduduki jabatan fungsional ahli muda dan sembilan orang lainnya berada pada jenjang ahli pertama.

Baca Juga: Kabut Asap Kaltim Belum Mereda, Sekolah di Sejumlah Daerah Masih Terapkan PJJ

Neni meminta para pejabat baru segera beradaptasi dengan tugas masing-masing. Tidak hanya menjalankan rutinitas, setiap jabatan dituntut memiliki target kinerja yang terukur.

Untuk surveyor pemetaan, misalnya, Neni meminta pengumpulan dan pengolahan data geospasial dilakukan secara akurat. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam perencanaan tata ruang serta pembangunan infrastruktur Kota Bontang.

Sementara bagi arsiparis, penguatan tata kelola arsip dan digitalisasi menjadi perhatian. Arsip daerah harus tertata, aman, dan mudah diakses sebagai bagian dari bukti akuntabilitas pemerintahan.

Untuk tenaga sanitasi lingkungan, Neni menekankan pengawasan, pengendalian, dan edukasi kesehatan lingkungan. Targetnya menekan faktor risiko penyakit berbasis lingkungan sekaligus memastikan sanitasi yang layak bagi masyarakat Bontang.

Sedangkan penyuluh sosial diminta aktif turun ke lapangan. Pendampingan kepada masyarakat, khususnya pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS), harus dilakukan secara empatik dan menghasilkan solusi nyata.

Pada sektor kepegawaian, analis sumber daya manusia aparatur diminta mengawal penerapan sistem merit dan manajemen talenta. Penempatan ASN harus sesuai kompetensi dan diarahkan untuk meningkatkan indeks profesionalitas ASN Kota Bontang.

Baca Juga: Pengaduan Pinjol Ilegal Mendominasi, Satgas PASTI Hentikan 1.222 Entitas

Adapun perencana diminta menghasilkan dokumen pembangunan yang berkualitas, tajam, dan aplikatif. Program serta anggaran pemerintah harus tepat sasaran, efisien, dan selaras dengan visi-misi Kota Bontang.

Selain target teknis, Neni menyampaikan empat pesan utama kepada pejabat fungsional yang baru dilantik. Pertama, aparatur harus profesional dan berorientasi pada hasil. Jabatan fungsional, kata dia, menjadi ruang bagi ASN untuk menunjukkan keahlian sekaligus menghasilkan kinerja yang berdampak bagi masyarakat.

Kedua, pejabat diminta terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Ketiga, integritas dan etika profesi harus menjadi landasan. Kompetensi yang tinggi, menurut Neni, harus berjalan beriringan dengan kejujuran dan akuntabilitas.

Keempat, membangun kolaborasi lintas bidang, perangkat daerah, dan profesi untuk menghasilkan solusi terbaik bagi masyarakat. “Jadilah ASN yang profesional dan berorientasi pada hasil,” ucapnya.

Baca Juga: Rehabilitasi Pascakebakaran SMP 2 Samarinda Capai 95 Persen, Segera Bisa Digunakan

Di penghujung sambutannya, Neni juga mengingatkan seluruh ASN dan masyarakat Bontang untuk menjaga lingkungan. Ia secara khusus meminta warga tidak membakar sampah sembarangan maupun melakukan pembakaran lahan.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas udara dan mewujudkan lingkungan yang sehat bagi masyarakat Bontang.

Pelantikan kemudian ditutup dengan ucapan selamat kepada para pejabat fungsional yang baru dilantik. Neni berharap mereka mampu menunjukkan kinerja terbaik, menciptakan inovasi, serta menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai ASN BerAKHLAK. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
ASN Bontang Berita Bontang pejabat fungsional Neni Moerniaeni pemkot bontang