Dinas PUPRK Bontang Bersihkan Drainase Tersumbat di Berbas Pantai

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 12:24 WIB
GERAK CEPAT: Tim BRC milik Dinas PUPRK Bontang membersihkan drainase di Berbas Pantai.
GERAK CEPAT: Tim BRC milik Dinas PUPRK Bontang membersihkan drainase di Berbas Pantai.  

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Saluran drainase di Jalan Manunggal, Kelurahan Berbas Pantai, tak dibiarkan berlama-lama dalam kondisi penuh endapan dan sampah. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang langsung menurunkan tim Bontang Reaksi Cepat (BRC) untuk membersihkan jalur air tersebut.

Tim BRC mengeruk material yang mengendap sekaligus mengangkat sampah yang berpotensi menghambat aliran air. Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan pembersihan drainase merupakan langkah penting untuk menjaga sistem pengaliran air tetap berfungsi.

“Kalau saluran sudah dipenuhi endapan dan sampah, aliran air tentu terganggu. Karena itu, ketika ditemukan kondisi seperti ini, tim kami langsung bergerak melakukan penanganan,” kata Bowo.

Baca Juga: Pemkab PPU Masih Perjuangkan Pembangunan RSUD RAPB, dr Lukas: Desain Menyesuaikan Anggaran

Ia menyebut BRC menjadi salah satu tim yang disiapkan DPUPR untuk merespons kebutuhan penanganan infrastruktur di lapangan. Pekerjaan dilakukan dengan melihat kondisi saluran dan tingkat gangguan yang ditemukan.

“Kami terus melakukan pemeliharaan dan normalisasi secara bertahap. Tim BRC maupun Panbers kami gerakkan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Bowo mengatakan persoalan drainase tidak bisa hanya dilihat ketika genangan sudah terjadi. Pemeliharaan harus dilakukan secara berkala agar saluran tetap memiliki kapasitas yang memadai untuk mengalirkan air.

“Jangan menunggu sampai terjadi genangan baru saluran ditangani. Pemeliharaan seperti ini harus terus dilakukan untuk menjaga fungsi drainase,” tutur dia.

Baca Juga: 20 Atlet Bulu Tangkis Kubar Siap Berlaga di Kejurprov Balikpapan

Selain pengerukan, pembersihan sampah menjadi perhatian. Menurut Bowo, sampah yang masuk ke saluran dapat menjadi penyebab penyumbatan dan membuat air tidak mengalir sebagaimana mestinya.

“Kami meminta masyarakat ikut menjaga saluran yang sudah dibersihkan. Jangan membuang sampah ke drainase karena dampaknya kembali ke lingkungan dan masyarakat sendiri,” terangnya.

Dinas PUPRK Bontang memastikan pemeliharaan saluran akan terus dilakukan di berbagai wilayah. Penanganan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lokasi.

“Pekerjaan akan kami lakukan bertahap. Prinsipnya, saluran yang mengalami pendangkalan atau penyumbatan harus segera ditangani agar fungsi infrastruktur tetap optimal,” pungkas Bowo. (*)

Editor : Sukri Sikki
tim panbers Berbas Pantai drainase Dinas PUPRK Bontang