KALTIMPOST.ID, BONTANG - Yayasan Vidatra menambah armada bus antar-jemput siswa YPVDP Bontang untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di lingkungan PT Badak NGL. Tak hanya itu, jam masuk sekolah SD, SMP, dan SMA juga diubah demi memperlancar mobilisasi peserta didik.
Ketua Umum Yayasan Vidatra Randy Aria Putra menyampaikan, penyesuaian tersebut dilakukan setelah uji coba rekayasa lalu lintas pada 28 September 2026. Masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem antar-jemput siswa.
“Sehubungan dengan uji coba yang berlangsung pada tanggal 28 September 2026 dan dengan mendengarkan masukan serta saran dari semua pemangku kepentingan Yayasan Vidatra, maka berikut kami sampaikan perubahan (revisi) atas skenario rekayasa lalu lintas dan akses antar-jemput siswa,” kata Randy.
Untuk mendukung mobilitas siswa, yayasan menyediakan empat unit bus. Jumlah tersebut terdiri atas dua armada yang telah beroperasi dan dua unit tambahan.
Baca Juga: Kendalikan Anggaran Operasional, Kabag Umum Setda Samarinda Luncurkan SITEPIAN BBM
“Untuk membantu mobilisasi khususnya siswa SMP dan SMA menuju lingkungan sekolah, disediakan empat unit bus, terdiri atas dua unit bus yang telah beroperasi saat ini dan dua unit bus tambahan,” ucapnya.
Penjemputan dilakukan dari tiga titik, yakni halte depan SD YPVDP, depan Gereja Katolik Santo Yosef, serta halte Security Office Kampung Baru. Layanan pagi berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 07.10 Wita.
Dua bus tambahan disiagakan sejak pukul 06.30 WITA untuk mengangkut siswa SMP dan SMA dari depan Gereja Katolik Santo Yosef, kemudian melanjutkan perjalanan menjemput siswa di halte Kampung Baru.
Sementara dua armada lainnya terlebih dahulu mengantar siswa yang tinggal di dalam kompleks PT Badak NGL. Setelah berhenti di Aula SD YPVDP, bus melanjutkan penjemputan siswa SMP dan SMA.
Baca Juga: Antisipasi Kemarau Panjang, DKPP Samarinda Minta Peternak Jaga Pasokan Pakan dan Sanitasi Kandang
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di pos keamanan, Yayasan Vidatra juga mengubah jadwal masuk sekolah. “Untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin akan timbul pada masing-masing pos keamanan, maka Yayasan memberlakukan perubahan jam masuk sekolah,” tutur dia.
Siswa SD YPVDP dijadwalkan masuk pukul 06.45 Wita, sedangkan siswa SMP dan SMA pukul 07.15 Wita. Penyesuaian jam masuk ini juga berdampak pada perubahan waktu istirahat dan kepulangan siswa. Pengaturan tersebut diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata.
Untuk kepulangan, layanan bus SMP dan SMA beroperasi Senin hingga Kamis pukul 15.15–16.00 Wita. Khusus Jumat, pengantaran berlangsung pukul 11.30–12.00 Wita.
Yayasan Vidatra turut mendorong siswa SMP dan SMA yang tinggal tidak jauh dari sekolah untuk membiasakan diri menggunakan sepeda kayuh. “Yayasan mengimbau untuk siswa-siswi khususnya SMP dan SMA yang tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah untuk membiasakan penggunaan sepeda (bike to school) dan akan disediakan tempat parkir khusus sepeda di masing-masing sekolah,” terangnya.
Seluruh skema baru ini masih akan dievaluasi untuk memastikan keamanan peserta didik serta kelancaran lalu lintas di area sekolah. Evaluasi teknis dijadwalkan berlangsung selama satu bulan sejak pemberlakuan kebijakan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo