Tinjau Lahan Gudang Bulog Bontang, BPKP Siapkan Rekomendasi Pencairan PMN 2026

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:14 WIB
TINJAU LAHAN: Tim gabungan meninjau lokasi hibah pembangunan gudang Perum Bulog di Bontang Lestari. (ADIEL KUNDHARA/KP)
TINJAU LAHAN: Tim gabungan meninjau lokasi hibah pembangunan gudang Perum Bulog di Bontang Lestari. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pembangunan gudang Perum Bulog di Bontang memasuki tahapan penting. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat turun langsung meninjau lahan hibah di Jalan Letjen Urip Sumoharjo, Kelurahan Bontang Lestari, Rabu (30/9/2026).

Peninjauan ini menjadi bagian dari proses pendampingan serta pengecekan lokasi tanah hibah sebelum pembangunan gudang dilanjutkan. Hasil pemeriksaan lapangan tersebut nantinya menjadi bahan pertimbangan bagi BPKP untuk menyusun rekomendasi terkait pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Perum Bulog pada 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Ahmad Aznem mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak lintas instansi. Hal ini dilakukan guna memastikan kesiapan lahan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan teknis sebelum konstruksi dimulai.

Baca Juga: Stiker Pengantar Siswa YPVDP Bontang Tak Berlaku Lagi, Orang Tua Wajib Tukar KTP di Pos Keamanan

"Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan batas-batas lahan, rencana pembangunan gudang, serta kebutuhan pendukung lainnya. Termasuk hal-hal yang perlu dipersiapkan Bulog sebelum pelaksanaan pembangunan fisik," tegas Aznem.

Dalam peninjauan tersebut, tim gabungan terdiri atas Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, BPKP Pusat, jajaran pimpinan DKP3 Bontang, Inspektorat, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta bagian Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA).

Sejumlah patok batas tanah yang menjadi calon lokasi gudang diperiksa secara seksama oleh tim teknis. Selain itu, peninjauan mencakup rencana jalur jalan lanjutan setelah gudang berdiri serta penataan kawasan di sekelilingnya.

Dari hasil pemeriksaan lapangan, tim menemukan beberapa titik lahan yang masih membutuhkan penimbunan tanah uruk sebelum layak dibangun. Sementara itu, area berkontur landai direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).

Baca Juga: Aturan Baru YPVDP Bontang, Vidatra Tambah Dua Bus dan Ubah Jam Masuk Sekolah

Kondisi kontur tanah tersebut menjadi catatan penting yang perlu diperhatikan Bulog dalam menyusun rencana teknis konstruksi. Kesiapan lahan, kemudahan akses jalan, dan tata kawasan dirancang matang agar fungsi fasilitas pergudangan dapat berjalan optimal.

Aznem menjelaskan bahwa hasil tinjauan ini segera ditindaklanjuti BPKP lewat penyusunan rekomendasi resmi. Rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada Perum Bulog dan Badan Pengaturan BUMN.

"Rekomendasi tersebut berkaitan langsung dengan proses pencairan PMN kepada Bulog pada 2026, sekaligus menentukan kelanjutan pembangunan gudang di Kota Bontang," beber Aznem.

Dengan pendampingan ketat dari BPKP, seluruh kesiapan teknis maupun kelengkapan administratif diharapkan tuntas sejak dini. Hal ini menjadi kunci kelancaran proyek sebelum memasuki tahap peletakan batu pertama.

"Pemkot Bontang melalui DKP3 terus mendampingi seluruh proses ini sebagai bentuk komitmen daerah mendukung pembangunan fasilitas logistik pangan Bulog," pungkas Aznem.

Kehadiran gudang Bulog di Kota Taman diyakini mampu memperkuat ketahanan stok pangan lokal. Langkah ini sekaligus memperlancar jalur distribusi kebutuhan pokok masyarakat agar pasokan pangan selalu aman dan terjangkau. (*)

Editor : Duito Susanto
bontang gudang bulog bontang bpkp perum bulog ketahanan pangan