Sistem Mahakam Darurat, Listrik Bontang Padam 4 Jam di 21 Kawasan Vital

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 14:35 WIB
KEMBALI TERJADI: Pemadaman listrik di Bontang kembali dilakukan oleh PLN karena adanya gangguan sistem. (ADIEL KUNDHARA/KP)
KEMBALI TERJADI: Pemadaman listrik di Bontang kembali dilakukan oleh PLN karena adanya gangguan sistem. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Gangguan darurat pada sejumlah pembangkit listrik interkoneksi Sistem Mahakam memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, Rabu (30/9/2026). Di Kota Bontang, PT PLN (Persero) ULP Bontang Kota terpaksa menghentikan aliran listrik selama empat jam mulai pukul 13.00 hingga 17.00 Wita.

Kondisi darurat tersebut menyasar puluhan ruas jalan vital dan permukiman padat penduduk. Pasokan daya dari sistem pembangkit dilaporkan menurun drastis sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan konsumsi pelanggan secara optimal.

Manajer PLN ULP Bontang Rendra Alfian Raharjo membenarkan langkah penghentian sementara aliran listrik terpaksa diambil demi menjaga kestabilan sistem jaringan.

Baca Juga: Antisipasi Banjir Bontang, Tim Panbers Bersihkan Parit di Tiga Titik Rawan Ini

"Iya mas, ada kondisi emergency, ada gangguan di sistem," kata Rendra saat dikonfirmasi Kaltim Post mengenai penghentian aliran listrik tersebut.

Rendra menegaskan, seluruh tim teknis telah dikerahkan ke lapangan untuk mempercepat pemulihan dan meminimalkan dampak pemadaman bagi aktivitas harian masyarakat.

"Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada agar pasokan kembali normal secepatnya," imbuh Rendra.

Wilayah yang terdampak pemadaman di Bontang terbilang luas, meliputi Jalan Pipa Sidrap, Jalan Pupuk Raya, Jalan Kebun Salak, Jalan Sidrap, Jalan Tari Dewa-Dewa, Jalan Tari Enggang, Jalan Tari Jepen, dan Jalan Slamet Riyadi. Pemadaman juga melanda deretan Jalan Kapal Pinisi, Jalan Kapal Layar, Jalan Kapal Selam, Jalan Martadinata, Jalan Kapal Feri, Jalan Pierre Tendean, Jalan Awang Long, Jalan Boulevard, Jalan Basalt, Jalan Pattimura, Jalan KS Tubun, kawasan Atletik, hingga Bontang Kuala.

Di tengah proses pemulihan pembangkit, PLN meminta dukungan masyarakat untuk ikut menghemat pemakaian listrik, terutama saat memasuki beban puncak pada malam hari.

Baca Juga: Tinjau Lahan Gudang Bulog Bontang, BPKP Siapkan Rekomendasi Pencairan PMN 2026

"Di tengah upaya pemulihan, pelanggan juga diminta berpartisipasi menjaga kestabilan pasokan listrik, terutama pada jam beban puncak pukul 18.00 hingga 21.00 Wita," ucap Rendra.

Pelanggan diimbau mematikan peranti elektronik yang tidak mendesak dan mengatur suhu pendingin ruangan (AC) di atas 24 derajat Celsius. Langkah mandiri ini dinilai krusial untuk mencegah beban berlebih saat pemakaian energi melonjak serentak.

Krisis pembangkit interkoneksi ini tak hanya melumpuhkan Bontang. Di Balikpapan, pemadaman bergilir juga diterapkan dalam dua gelombang oleh PLN ULP Balikpapan Utara dan Balikpapan Selatan.

Setelah pemadaman gelombang pertama berlangsung pukul 09.00-13.00 Wita, pemadaman tahap kedua berlanjut pukul 13.00-17.00 Wita. Di Balikpapan Selatan, aliran listrik padam di kawasan Pasar Baru, Jalan Blora, sebagian Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gajah Mada, dan Perumahan Balikpapan Regency.

Sementara di Balikpapan Utara, pemadaman melanda poros Jalan Soekarno-Hatta Km 3 hingga Km 10, kawasan Gedung Biru Kaltim Post, Perumnas, LKMD, Grand City, Maxi Lux, Perumahan Batuah, SMP 11 Taman Sari, Batu Ratna, hingga Kampung Baru Ujung.

Gangguan serupa sempat dirasakan warga di sejumlah kawasan Samarinda akibat keterbatasan daya pada sistem interkoneksi Kaltim. PLN menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan bahwa jadwal pemadaman masih dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan progres perbaikan pembangkit di lapangan. (*)

Editor : Duito Susanto
PLN Bontang listrik padam Kaltim Berita Bontang Hari Ini pemadaman listrik di bontang sistem mahakam