Kejar Rasio Elektrifikasi 100 Persen, Bontang Usulkan 1.034 Sambungan Listrik Rumah

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:45 WIB
DORONG: Pemkot Bontang mengajukan usulan 1.034 sambungan listrik pada tahun ini. ADIEL KUNDHARA/KP
DORONG: Pemkot Bontang mengajukan usulan 1.034 sambungan listrik pada tahun ini. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang masih mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen. Tahun ini, Pemkot Bontang kembali mengusulkan pemasangan 1.034 sambungan rumah (SR) untuk memperluas akses listrik bagi masyarakat.

Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Selain 1.034 sambungan SR yang kita usulkan, kita juga mengusulkan jaringan listrik,” kata Arif, Kamisn (1/10/2026). Usulan penambahan sambungan listrik itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar rasio elektrifikasi di Kota Bontang.

Arif menyebut, capaian rasio elektrifikasi Bontang sebelumnya berada di kisaran 93 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut terus meningkat hingga seluruh masyarakat dapat memperoleh akses listrik. “Target kita terus sampai supaya rasio elektrifikasi 100 persen,” ucapnya.

Baca Juga: Wali Kota Andi Harun Soroti Antrean BBM Bersubsidi di Samarinda, Tegaskan Masalah di Distribusi

Pengajuan tahun ini melanjutkan program pemasangan sambungan listrik yang sebelumnya telah dilakukan. Pada tahun sebelumnya, sebanyak 553 sambungan rumah telah mendapatkan bantuan melalui Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur.

“Tahun kemarin sudah dapat 553 SR dari Dinas ESDM Provinsi. Tahun ini kita usulkan lagi 1.034 SR,” tutur dia. Selain sambungan rumah, Pemkot Bontang juga mengusulkan pembangunan jaringan listrik pada sejumlah titik.

Usulan tersebut disebut mencapai 22 titik, termasuk dua lokasi yang masuk skema listrik komunal, yakni Pulau Beras Basah dan Gusung. “Yang jelas, untuk jaringan listrik kita juga mengusulkan. Ada 20 titik plus dua komunal,” terangnya.

Untuk sambungan rumah yang diajukan tahun ini, kebutuhan daya juga telah diperhitungkan dalam pengusulan. Namun, rincian penerima berdasarkan kelurahan masih berada pada data teknis pemerintah dan akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Baca Juga: Inflasi Bulanan Kaltim di September Capai 0,18 Persen, Harga Cabai Rawit Jadi Pemicu Utama

Arif mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya mengejar penambahan sambungan rumah, tetapi juga memastikan jaringan pendukung tersedia di wilayah yang masih membutuhkan akses listrik.

Menurutnya, kebutuhan teknis terkait daya, jaringan, hingga skema pemasangan akan dikoordinasikan bersama perangkat daerah dan pihak yang menangani bidang teknis kelistrikan. “Kita dari sisi kebijakan. Untuk sisi teknis ada analis kebijakan dan teman-teman teknis,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perluasan akses listrik merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi sekaligus memastikan wilayah yang belum mendapatkan layanan kelistrikan dapat masuk dalam perencanaan pembangunan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
bontang Sambungan Listrik Rasio Elektrifikasi kementerian esdm pemkot bontang