KALTIMPOST.ID- Upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat yang belum terjangkau jaringan PLN terus dilakukan Pemkot Bontang. Tak sekadar menambah sambungan rumah, Pemkot juga mengusulkan pembangunan jaringan listrik di 20 titik permukiman serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di dua pulau.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengejar rasio elektrifikasi 100 persen di Kota Bontang. Berdasarkan data pemerintah, capaian rasio elektrifikasi sebelumnya berada di kisaran 93 persen. Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setkot Bontang Moch Arif Rochman mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Selain 1.034 sambungan SR yang kita usulkan, kita juga mengusulkan jaringan listrik. Ada 20 titik plus dua komunal,” kata Arif, Kamis (1/10/2026). Dalam dokumen usulan yang ditandatangani Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pada 20 Mei 2026, pemerintah mengajukan pemasangan jaringan listrik PLN dan pembangunan PLTS komunal, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di wilayah pulau dan pesisir.
Baca Juga: Sony Suwito Isi Kursi Sekda Bontang, Ini Perjalanan Kariernya sebelum Dilantik
Sebanyak 20 titik yang diusulkan tersebar di sejumlah kelurahan. Di Bontang Lestari, jaringan listrik direncanakan menjangkau kawasan Baltim, Gang Karya Bhakti, Jalan Adipura 2, Jalan Linmas, Nyerakat Kampung, Jalan Satya Lencana, Jalan Urip Sumoharjo, Segendis, dan Lok Tunggul.
Sementara di Kelurahan Kanaan, usulan mencakup Jalan Pongtiku, Jalan Nikodemus, Jalan Sesean, Jalan Nusantara, dan Kampung Rama. Di Berbas Tengah, jaringan diusulkan untuk Jalan AP Mangkunegoro, Jalan WR Supratman, serta Jalan Selat Malaka. Adapun di Bontang Baru, usulan mencakup Jalan Mulawarman, khususnya Gang Cempaka dan Gang Gagana.
Wilayah Bontang Kuala juga masuk dalam daftar penerima rencana perluasan jaringan, meliputi Jalan Piano, Gang Vulkanik 2 Ujung, Jalan KS Tubun, serta sejumlah gang di kawasan Jalan Granit dan Jalan Kerikil.
Arif menjelaskan, pengajuan jaringan listrik tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan layanan kelistrikan. Sementara pelaksanaan teknis, termasuk kebutuhan daya dan pemasangan infrastruktur, akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.
Baca Juga: Sisa 21 Kasus, Neni Tantang Kanaan Zero Stunting dalam 56 Hari
“Kalau saya dari sisi kebijakan. Sisi teknisnya ada analis kebijakan dan teman-teman teknis yang menangani,” ucapnya. Selain jaringan listrik permukiman, Pemkot Bontang juga mengusulkan pembangunan PLTS komunal di Pulau Gusung dan Pulau Beras Basah. Keduanya memiliki karakteristik berbeda sehingga tahapan realisasinya pun tidak sama.
Arif menyebut, pembangunan listrik komunal di Beras Basah diupayakan dapat terealisasi tahun ini. Bahkan, tim PLN telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk menghitung kebutuhan daya. “Yang Gusung masih tahun depan, yang Beras Basah insyaallah tahun ini. Kemarin tim dari PLN sudah mengecek ke Beras Basah,” tutur dia.
Sementara Pulau Gusung masih membutuhkan proses administrasi dan persiapan lokasi untuk penempatan perangkat pembangkit. Karena itu, pelaksanaannya diperkirakan baru dapat dilakukan pada 2027.
Dalam dokumen usulan, Pulau Gusung yang berada di Kelurahan Guntung tercatat memiliki potensi 100 sambungan rumah. Sedangkan Pulau Beras Basah di Kelurahan Bontang Lestari masuk dalam rencana pembangunan PLTS komunal untuk mendukung kawasan wisata.
Arif menambahkan, kebutuhan daya untuk Beras Basah masih dihitung dengan mempertimbangkan aktivitas pengelolaan kawasan tersebut. “Tidak ada penduduknya di sana. Cuma dikelola oleh teman-teman di Polbar. Makanya kita arahkan pengelolaannya kepada teman-teman di Polbar,” ungkapnya.
Melalui perluasan jaringan dan pembangunan PLTS komunal, Pemkot Bontang berharap akses listrik semakin merata, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, fasilitas umum, dan pengembangan kawasan wisata. “Target kita terus sampai supaya rasio elektrifikasi bisa 100 persen,” pungkas Arif. (riz)
Editor : Muhammad Rizki