CFN Bontang Catat Transaksi Rp460 Juta, Perputaran Ekonomi Diprediksi Tembus Rp1 Miliar

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 07:21 WIB
Pelaksanaan CFN di Bontang yang baru satu kali digelar menyedot animo masyarakat dengan prediksi transaksi mencapai Rp460 juta. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)
Pelaksanaan CFN di Bontang yang baru satu kali digelar menyedot animo masyarakat dengan prediksi transaksi mencapai Rp460 juta. (ADIEL KUNDHARA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, BONTANG – Bukan sekadar memecah suasana malam di Jalan MT Haryono, Car Free Night (CFN) Bontang yang baru digelar satu kali mulai menunjukkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Dalam pelaksanaan perdana pada Sabtu (3/10/2026), transaksi dari 230 tenant UMKM diperkirakan mencapai Rp460 juta.

Angka tersebut bahkan belum menghitung omzet pelaku usaha lain yang ikut menikmati ramainya kawasan CFN. Jika seluruh aktivitas ekonomi di sekitar kegiatan diperhitungkan, perputaran uang diperkirakan bisa menembus Rp1 miliar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang Eko Arisandi mengatakan, capaian tersebut menjadi catatan penting dari pelaksanaan CFN yang mengusung tema Feel the Rhythm, Bontang Car Free Night.

Baca Juga: Pengasuhan Dimulai dari Rumah, Pengetahuan Orangtua Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak

"Catatan panitia, transaksi langsung pengusaha UMKM yang mengikuti CFN diperkirakan sebesar Rp460 juta," kata Eko, Selasa (6/10/2026).

CFN berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 23.30 Wita. Kegiatan tersebut diperkirakan menyedot perhatian sekitar 10 ribu pengunjung.

Besarnya jumlah pengunjung memberikan efek berantai terhadap aktivitas perdagangan. Tidak hanya 230 tenant yang terdaftar, pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan juga diperkirakan mendapatkan tambahan omzet.

"Kalau ditotal dengan omzet UMKM di sekitar acara, kemungkinan diperkirakan menembus Rp1 miliar. Itu multiplier effect-nya," ucapnya.

Menurut Eko, capaian tersebut menunjukkan kegiatan ruang publik pada malam hari dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, CFN mempertemukan pelaku UMKM dengan ribuan pengunjung dalam satu kawasan.

Selain transaksi UMKM, CFN juga dikemas dengan berbagai hiburan. Mulai dari penampilan komunitas Zumba Bontang, kesenian dari Disdikbud Bontang, komunitas musik, hingga pentas seni SD 08 BU. Pameran kendaraan Maung dari Arhanud Rudal turut menjadi salah satu daya tarik kegiatan.

Baca Juga: Baru Empat Pekan, Tiga Pelatih Championship Sudah Dipecat

Dari sisi penyelenggaraan, Eko menyebut CFN mendapat dukungan berbagai pihak. Di antaranya Kodim 0908, Arhanud Rudal, Polres Bontang, PLN, BPJS Ketenagakerjaan, BRI, Bankaltimtara, DKUMPP, Dishub, Disdik, Dispopar, DLH, Kecamatan Bontang Utara, serta Kelurahan Gunung Elai.

Aspek keamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian. Salah satu tantangan terjadi ketika armada pemadam kebakaran harus melintasi kawasan CFN karena adanya kejadian kebakaran.

Arus kendaraan sempat mengalami keterlambatan. Namun, pengawalan petugas Dishub dan Polres serta kesadaran masyarakat membuat kendaraan darurat tetap dapat melintas.

"Kesigapan petugas dan kesadaran masyarakat Bontang dalam kondisi darurat di jalan membuat warga tertib memberikan ruang. Situasi darurat akhirnya dapat terurai tanpa kendala," tutur dia.

Tak hanya lalu lintas, persoalan kebersihan juga menjadi perhatian panitia. Setelah CFN berakhir, sampah langsung dibersihkan sehingga ruas jalan kembali bersih dan tidak menyisakan penumpukan hingga keesokan pagi.

Meski mencatat transaksi cukup besar, Eko menegaskan pelaksanaan CFN tidak berlangsung sepanjang tahun. CFN dijadwalkan setiap minggu selama Oktober 2026, tepatnya setiap Sabtu malam.

Untuk komposisi tenant, Eko menyebut belum ada keputusan mengenai pergantian peserta setiap pekan. Pihaknya masih akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

"Kami nanti ada rapat evaluasi," pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Car Free Night Bontang CFN Bontang ekonomi Bontang jalan mt haryono UMKM Bontang