Gang Gelap Jadi Sasaran, Pemkot Bontang Pasang 244 Titik Lampu di 15 Kelurahan

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:29 WIB
FASILITASI: Pemkot Bontang akan memasang penerangan jalan lingkungan hingga akhir tahun ini menggunakan APBD Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP
FASILITASI: Pemkot Bontang akan memasang penerangan jalan lingkungan hingga akhir tahun ini menggunakan APBD Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Gang-gang gelap di kawasan permukiman Bontang mulai dibidik untuk mendapat penerangan. Tahun ini, Pemerintah Kota Bontang menyiapkan 244 titik Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) yang tersebar di 15 kelurahan.

Program tersebut kini masuk tahap pelaksanaan setelah proses pengadaan rampung. Pekerjaan ditargetkan berjalan hingga Desember 2026.

Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Bontang Anwar Nurdin mengatakan, pembangunan PJL merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses penerangan di kawasan permukiman.

“Totalnya 244 titik,” kata Anwar, Selasa (6/10/2026). Ia menjelaskan, pemasangan PJL tidak hanya melihat lokasi yang secara kasatmata tampak gelap. Tim teknis juga harus memastikan titik pemasangan sesuai dengan kondisi jaringan listrik yang tersedia.

Baca Juga: Perbaikan LPJU Jembatan Achmad Amins Telan Rp 949 Juta, Puluhan Lampu Jalan Mulai Menyala

Termasuk memperhitungkan kemampuan meteran yang nantinya menjadi sumber daya penerangan. Perhitungan itu penting agar lampu yang terpasang dapat menyala optimal dan tidak membebani jaringan.

“Jadi, bukan hanya titik gelap saja. Meteran yang kita pasang di sini sudah diprediksi bisa membawahi berapa titik lampu,” ucapnya.

Menurut Anwar, PJL berbeda dengan Penerangan Jalan Umum (PJU). Jika PJU lebih banyak menyasar ruas jalan utama, program ini difokuskan pada jalan lingkungan di kawasan permukiman. “Ini PJL, bukan PJU. Jadi memang untuk jalan lingkungan,” tutur dia.

Karena itu, sejumlah lokasi yang menjadi sasaran berada di jalan lingkungan hingga gang-gang permukiman. Penentuan titik dilakukan bersama tim teknis, konsultan, dan pihak kelurahan.

Baca Juga: Perpustakaan Kaltim Buka Layanan hingga Malam, Layani Pengunjung Akhir Pekan

Proses tersebut masih memungkinkan mengalami penyesuaian. Salah satu faktor yang diperhatikan ialah kesediaan masyarakat terhadap lokasi pemasangan.

Anwar menyebut, jika warga tidak bersedia lahannya digunakan untuk pemasangan fasilitas PJL, tim harus mencari titik alternatif. Apabila tidak ditemukan lokasi yang memungkinkan, jumlah titik di kawasan tersebut bisa saja disesuaikan.

“Kalau warganya tidak bersedia di lahannya, harus cari alternatif lain. Kalau tidak memungkinkan, mau tak mau kita kurangi titiknya di situ,” terangnya.

Selain kesediaan warga, kapasitas jaringan listrik juga menjadi pertimbangan. Pemerintah tidak ingin memasang lampu melebihi kemampuan meteran yang tersedia.

“Jangan sampai meterannya hanya mampu misalnya 10 titik, kita pasang 12 titik. Enggak ada artinya yang dua titik itu. Dipaksa malah jeglek terus,” ujarnya.

Baca Juga: Impor Kaltim Turun, Aktivitas Lima Pelabuhan Bongkar Melambat 14,85 Persen

Dengan masa kontrak hingga Desember, Perkimtan optimistis pembangunan 244 titik PJL Bontang dapat diselesaikan tahun ini. Penyedia jasa juga terus didorong mempercepat pekerjaan di lapangan. Anwar mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan agar pekerjaan berjalan sesuai perencanaan.

“Kalau kami perhitungkan, harusnya bisa. Tinggal kami pressure penyedianya,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Berita Bontang Hari Ini PJL Bontang Penerangan Jalan Lingkungan pemkot bontang Perkimtan Bontang