BONTANG - Urusan pajak kini tak harus selalu diselesaikan dengan datang ke kantor pemerintahan. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang terus berinovasi menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui program Bapenda Menyapa.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi Bapenda Bontang dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membangun kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Pendekatannya tidak hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga edukasi, konsultasi, penyediaan informasi hingga pelayanan langsung di lingkungan masyarakat.
Kepala Bapenda Kota Bontang Natalia Trisnawati mengatakan, Bapenda Menyapa merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan pelayanan perpajakan yang mudah dijangkau masyarakat.
“Bapenda Menyapa merupakan upaya kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan wajib pajak. Tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga informasi, konsultasi, serta solusi terkait persoalan pajak daerah,” kata Natalia, Rabu (7/10).
Baca Juga: PBB-P2 Bontang Tembus 94,19 Persen, Bapenda Optimistis Target Rp69 Miliar di 2027
Salah satu program yang menjadi bagian penting dalam Bapenda Menyapa ialah Jemput Bola (Jebol). Melalui program ini, petugas Bapenda turun langsung ke wilayah kelurahan untuk memberikan pelayanan perpajakan kepada masyarakat.
Jebol dirancang agar masyarakat mendapatkan akses layanan tanpa harus selalu mendatangi kantor Bapenda. Pelayanan tersebut hadir di seluruh kelurahan Kota Bontang sebagai upaya mendekatkan layanan kepada wajib pajak.
Kehadiran petugas secara langsung di tengah masyarakat juga memberikan ruang bagi wajib pajak untuk memperoleh informasi mengenai kewajiban perpajakan, melakukan konsultasi, hingga mendapatkan bantuan terkait pelayanan pajak.
“Melalui Jebol, kami mendatangi masyarakat. Jadi masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan dan informasi perpajakan. Kami ingin pelayanan itu semakin dekat dan tidak memberikan kesan bahwa mengurus pajak itu sulit,” ucapnya.
Program Jebol tidak hanya berorientasi pada transaksi pembayaran pajak. Bapenda memanfaatkannya sebagai sarana komunikasi langsung dengan masyarakat.
Petugas dapat menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan pajak daerah, termasuk mekanisme pembayaran, kewajiban wajib pajak, serta informasi pelayanan yang tersedia. Dengan pola pelayanan tersebut, Bapenda berharap masyarakat semakin memahami pentingnya memenuhi kewajiban pajak daerah.
Sebab, pajak daerah menjadi salah satu sumber pendapatan yang mendukung kemampuan pemerintah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bontang.
Selain Jebol, Bapenda Menyapa juga dikemas melalui Bapenda Mengajar. Program ini memberikan edukasi perpajakan kepada para ketua RT sebagai mitra pemerintah di lingkungan masyarakat.
Ketua RT dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan warga. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi perpajakan sekaligus membangun kesadaran membayar pajak dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat.
“Kami memberikan edukasi kepada ketua RT sebagai mitra. Harapannya, informasi tentang pajak bisa diteruskan kepada masyarakat sehingga pemahaman dan kepatuhan wajib pajak semakin baik,” tutur dia
Inovasi Bapenda Menyapa juga diperkuat dengan pemanfaatan layanan digital. Bapenda mendorong masyarakat menggunakan berbagai kanal pembayaran pajak yang tersedia, mulai dari Bankaltimtara, Bank Mandiri, Tokopedia, Pos Indonesia, GoPay hingga layanan Kantor Bapenda Bontang.
Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya membuat pembayaran pajak lebih praktis, mudah dan fleksibel. Di sisi lain, Bapenda juga menggelar Gebyar Pajak Daerah sebagai sarana meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pajak. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak wajib pajak memahami bahwa membayar pajak bukan sekadar kewajiban administratif.
Ada pula High Level Meeting (HLM) dan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan pemerintah dengan berbagai pihak untuk membahas strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), koordinasi, serta penguatan kepatuhan wajib pajak.
Menurut Natalia, pendekatan pelayanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Target kami bukan hanya meningkatkan penerimaan pajak, tetapi juga bagaimana masyarakat semakin memahami kewajibannya. Karena pajak yang dibayarkan masyarakat pada akhirnya kembali untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik,” terangnya. (adv/ak/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan