KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kualitas udara Kota Bontang kembali menjadi perhatian. Tiga platform pemantauan udara menunjukkan angka yang berbeda pada Jumat (9/10/2026). IQAir mencatat indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai 109, sementara aplikasi Windy menunjukkan angka 145 AQI.
Adapun Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Kementerian Lingkungan Hidup mencatat angka 70 dengan parameter kritis PM2.5. Perbedaan angka tersebut menunjukkan pentingnya memahami sumber dan metode pengukuran sebelum menyimpulkan kondisi udara di Kota Taman.
Baca Juga: Pria di Samarinda Diduga Seludupkan 83 Cartridge Etomidate dan Diringkus di Sebuah Kafe
Data dari ketiga platform juga memperlihatkan bahwa partikel halus PM2.5 menjadi parameter yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan tangkapan layar aplikasi IQAir pada pukul 10.00, kualitas udara Bontang berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 38,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut setara 7,8 kali nilai panduan tahunan PM2.5 yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagaimana ditampilkan dalam aplikasi tersebut.
Baca Juga: Dorong RSUD dan Puskesmas Lebih Aktif, Pemkab Kubar Matangkan Aturan PBJ BLUD
IQAir juga menyajikan prakiraan kualitas udara per jam. Indeks AQI diperkirakan berada di angka 109 pada pukul 11.00, kemudian turun menjadi 106 pada pukul 12.00 dan 103 pada pukul 13.00. Pada pukul 14.00 hingga 15.00, indeks diprakirakan berada di angka 99.
Meski proyeksi menunjukkan penurunan, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi udara aktual, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, data ISPU pada laman pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan kualitas udara di stasiun Kota Bontang Tanjung Laut berada dalam kategori sedang pada pukul 09.00 Wita, Jumat (9/10).
Indeks ISPU tercatat 70 dengan PM2.5 sebagai parameter kritis. Dalam tampilan yang sama, PM10 berada di angka 50, sulfur dioksida (SO2) sebesar 5, karbon monoksida (CO) sebesar 2, ozon (O3) sebesar 23, nitrogen dioksida (NO2) sebesar 13, serta hidrokarbon (HC) sebesar 3.
Baca Juga: Sambangi Kementerian PU, Bupati Mudyat Noor Bawa Daftar Proposal Infrastruktur
Kategori sedang berarti kualitas udara masih dapat diterima bagi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan. Namun, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, khususnya apabila muncul bau asap atau keluhan kesehatan saat berada di luar rumah.
Perbedaan angka antara IQAir dan ISPU tidak bisa langsung diartikan sebagai pertentangan data. IQAir dalam tangkapan layar menggunakan model berbasis satelit, sedangkan ISPU menampilkan indeks pada stasiun pemantauan di kawasan Tanjung Laut. Windy juga menampilkan angka AQI melalui pemodelan kualitas udara.
Karena sumber, lokasi, waktu pembaruan, dan metode perhitungan dapat berbeda, ketiga angka tersebut perlu dibaca sesuai konteks masing-masing. Data tersebut juga tidak cukup untuk memastikan sumber pencemaran udara di Bontang.
Aplikasi Windy pada pukul 11.08 turut menunjukkan indeks kualitas udara 145 AQI di titik yang dipantau. Angka itu berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dalam skala AQI yang ditampilkan aplikasi.
Sementara itu, IQAir merekomendasikan masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan, menutup jendela untuk mengurangi masuknya udara kotor, serta menggunakan penyaring udara jika tersedia. Kelompok sensitif juga disarankan memakai masker ketika berada di luar.
Anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu lebih berhati-hati saat kualitas udara memburuk. Apabila mengalami batuk, sesak napas, atau keluhan kesehatan lain, masyarakat sebaiknya mengurangi paparan dan mencari pertolongan medis jika diperlukan.
Pemerintah dan masyarakat dapat menggunakan laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu rujukan pemantauan kondisi uda… Pemerintah dan masyarakat dapat menggunakan laman resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup sebagai salah satu rujukan pemantauan kondisi udara. Informasi tersebut perlu diperbarui secara berkala untuk membantu menentukan langkah antisipasi sesuai perkembangan kualitas udara.
Dengan adanya perbedaan pembacaan dari IQAir, Windy, dan ISPU, pemantauan berkelanjutan menjadi penting. Warga diharapkan tidak hanya terpaku pada satu angka, tetapi juga memperhatikan kategori kualitas udara, perubahan kondisi di lingkungan sekitar, serta anjuran kesehatan yang relevan. (*)
Editor : Sukri Sikki