Parkir Berbayar RSUD Taman Husada Bontang Ditarget November, Dirut Siapkan Rekayasa Jalur Kendaraan

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 18:14 WIB
BELUM DIMULAI : Pelaksanaan penarikan retribusi parkir di RSUD Taman Husada Bontang bakal dilakukan bulan depan. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
BELUM DIMULAI : Pelaksanaan penarikan retribusi parkir di RSUD Taman Husada Bontang bakal dilakukan bulan depan. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Penerapan parkir berbayar di RSUD Taman Husada Bontang ditargetkan mulai awal November 2026. Sebelum kebijakan diberlakukan, manajemen rumah sakit masih menyempurnakan sejumlah persiapan teknis, mulai dari pemasangan palang parkir, rekayasa jalur kendaraan, hingga pengaturan area parkir roda dua dan roda empat.

Direktur Utama RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, mengatakan penundaan penerapan parkir berbayar sebelumnya bukan karena pembatalan kebijakan, melainkan untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.

Menurutnya, penerapan sistem baru tersebut perlu dipersiapkan secara matang agar pelaksanaannya tidak terburu-buru dan potensi persoalan dapat diminimalkan.

“Masalah teknis yang membuat kami menunda. Kami tidak ingin grusa-grusu. Karena nanti ini pun bisa dikatakan trial and error. Setidaknya kami ingin meminimalkan risiko yang mungkin terjadi,” kata dr Suhardi, Senin (12/10/2026).

Suhardi menjelaskan, sejumlah persiapan masih dilakukan, termasuk penambahan palang parkir untuk kendaraan roda empat. Selain itu, manajemen juga mengatur ulang alur keluar-masuk kendaraan agar tidak menimbulkan kepadatan di lingkungan rumah sakit.

Rekayasa tersebut mencakup pengaturan akses menuju area parkir atas dan bawah, sekaligus penempatan kendaraan berdasarkan jenisnya. Nantinya, pintu masuk kendaraan akan diarahkan melalui jalur bawah, sedangkan akses atas ditutup untuk kendaraan yang masuk dari luar.

Pengaturan di dalam area rumah sakit kemudian disesuaikan agar pengendara tetap bisa mengakses lokasi parkir yang tersedia.

“Untuk rekayasanya nanti pintu masuk kendaraan ada dua, yang atas dan yang bawah. Nanti yang bawah saja digunakan, yang atas ditutup. Jadi, rekayasa di dalamnya yang kemudian mengatur akses parkir atas dan bawah,” ucapnya.

Selain mematangkan aspek teknis, manajemen RSUD Taman Husada juga melakukan sosialisasi dan penguatan kebijakan melalui forum konsultasi publik (FKP).

Suhardi menyebut, dukungan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mempersiapkan penerapan parkir berbayar. Melalui forum tersebut, pihak rumah sakit memperoleh masukan sekaligus gambaran mengenai respons masyarakat terhadap kebijakan yang akan dijalankan.

Menurutnya, dukungan publik diperlukan agar penerapan sistem parkir dapat berjalan lebih baik. Masukan yang dihimpun juga menjadi bahan evaluasi untuk mengantisipasi kemungkinan keberatan atau protes setelah kebijakan diberlakukan.

“Dengan adanya FKP ini, kami semakin kuat karena dukungan dari masyarakat ternyata positif untuk penerapan parkir berbayar ini,” tutur dia.

Ia menambahkan, pihaknya tetap membuka ruang diskusi untuk menyempurnakan mekanisme pelaksanaan, termasuk menentukan kendaraan yang dikenakan tarif parkir dan kendaraan yang mendapat toleransi.

Salah satu hal yang masih dikaji ialah mekanisme pembayaran bagi kendaraan yang hanya masuk untuk menurunkan atau menjemput penumpang.

Suhardi menilai, kendaraan dengan aktivitas singkat, termasuk ojek online (ojol), perlu mendapatkan perlakuan yang proporsional. Sebab, tidak semua kendaraan yang memasuki kawasan rumah sakit otomatis menggunakan fasilitas parkir dalam durasi tertentu.

Karena itu, manajemen masih mengkaji kemungkinan pemberian toleransi bagi kendaraan yang hanya melakukan aktivitas antar-jemput.

“Kalau sistemnya hanya menurunkan penumpang, tidak mungkin juga kami tarik biaya. Terutama teman-teman ojol. Jadi, tidak seluruh kendaraan yang masuk harus berbayar,” terangnya.

Meski demikian, mekanisme teknis pembayaran dan ketentuan toleransi tersebut masih perlu disempurnakan sebelum disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat.

Suhardi berharap seluruh persiapan dapat segera rampung sehingga penerapan parkir berbayar di RSUD Taman Husada Bontang bisa dimulai pada awal November 2026.

Ia menegaskan, kesiapan infrastruktur dan pengaturan kendaraan menjadi perhatian utama agar kebijakan tersebut tidak mengganggu kelancaran pelayanan rumah sakit.

Dengan persiapan yang lebih matang, penerapan parkir berbayar diharapkan dapat berjalan tertib, memberikan kepastian bagi pengguna layanan, serta tetap memperhatikan kebutuhan pasien, keluarga pasien, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan RSUD Taman Husada Bontang. (*)

Editor : Ismet Rifani
Parkir Berbayar dr suhardi RSUD Taman Husada Bontang