Progres Jalan Kampung Gotong Royong Bontang Baru 45 Persen, Kontraktor Kejar Target

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35 WIB
TINJAU: Komisi C DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan untuk melihat progres pembangunan Jalan Kampung Gotong Royong yang sempat viral akibat besi dibiarkan terbuka dan dapat membahayakan warga. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP
TINJAU: Komisi C DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan untuk melihat progres pembangunan Jalan Kampung Gotong Royong yang sempat viral akibat besi dibiarkan terbuka dan dapat membahayakan warga. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

BONTANG- Pembangunan Jalan Kampung Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, Bontang, masih berpacu dengan waktu. Hingga saat ini, progres fisik proyek baru mencapai 45 persen, dengan deviasi minus 5 persen. Sementara itu, masa pelaksanaan tersisa sekitar satu bulan sehingga kontraktor harus menggenjot pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Gunawan Tricahya mengatakan, keterlambatan pekerjaan sebelumnya dipengaruhi kendala pasokan material, terutama semen untuk kebutuhan pengecoran beton.

“Alhamdulillah, kemarin sudah mulai pemasangan LC (lean concrete). Hari ini pembesian. Insyaallah besok kami mengejar pengecoran beton FS 45,” kata Gunawan, Selasa (13/10/2026) saat Komisi C DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek.

Ia menjelaskan, kendala pasokan semen terjadi akibat distribusi material yang terhambat ketika Sungai Mahakam mengalami pendangkalan. Kondisi tersebut membuat pengiriman semen terlambat hingga kurang lebih dua pekan.

Gunawan menyebut, persoalan pasokan material tidak hanya berdampak pada proyek Jalan Kampung Gotong Royong. Sejumlah paket pekerjaan lain juga mengalami hambatan serupa.

PUPRK telah berkomunikasi dengan penyedia beton, Varia Beton, untuk memastikan ketersediaan material sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan. Hasil komunikasi tersebut memberikan kepastian bahwa kebutuhan beton FS 45 dapat dipenuhi.

“Setelah kami komunikasikan dengan Varia Beton, insyaallah tidak ada masalah. Pemesanan beton FS 45 sudah bisa dipenuhi secara penuh,” ucapnya.

Setelah pekerjaan pengecoran awal selesai, kontraktor akan memusatkan perhatian pada pembangunan turap sebelum melanjutkan pekerjaan hingga STA 0, tepatnya di sekitar gereja.

Wakil Direktur CV Dipa Nugrah Utama Aliyas, selaku kontraktor pelaksana, membenarkan bahwa keterlambatan pasokan semen menjadi salah satu kendala utama di lapangan. Ia mengatakan, pihaknya memilih menunggu material dari penyedia yang telah memenuhi persyaratan pengujian daripada beralih ke penyedia lain.

Proyek jalan sepanjang 300 meter tersebut menggunakan lapisan lean concrete (LC) setebal 10 sentimeter dan beton rigid setebal 25 sentimeter.

Aliyas menyebut, pekerjaan pengecoran yang masih harus dikejar mencapai sekitar 150 meter. Untuk mempercepat penyelesaian, pihaknya menyiapkan bekisting sepanjang 100 meter agar pengecoran dapat dilakukan dalam tahapan yang lebih efektif.

“Kalau persiapan sudah matang, pengecoran sepanjang 100 meter bisa kami lakukan dalam satu hari. Untuk sisa 150 meter, insyaallah bisa kami selesaikan melalui tiga kali tahapan pengecoran,” tutur dia.

Aliyas menambahkan, terdapat material yang telah tersedia di lapangan, tetapi belum seluruhnya masuk dalam perhitungan progres fisik. Menurut dia, jika material dan pekerjaan yang belum diperhitungkan tersebut dimasukkan, progres seharusnya sudah melampaui 50 persen dan mendekati 60 persen.

Meski demikian, progres resmi saat ini masih tercatat 45 persen dengan deviasi minus 5 persen. Pihaknya telah mengikuti rapat evaluasi untuk membahas langkah percepatan penyelesaian proyek.

Selain kendala material, kontraktor menghadapi persoalan akses masyarakat. Jalan Kampung Gotong Royong merupakan jalur yang sulit dialihkan karena tidak tersedia akses alternatif yang memadai bagi kendaraan roda empat.

Aliyas menyampaikan, penutupan jalan direncanakan pada 20–22 Oktober 2026 untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan penutupan akses. Durasi penutupan ditargetkan sekitar sembilan hingga 10 hari sampai jalan dapat dilalui kembali.

“Selama pekerjaan, akses sepeda motor tetap kami upayakan. Namun, untuk mobil tidak bisa melintas,” terangnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami penutupan sementara tersebut karena diperlukan agar pekerjaan berjalan aman dan sesuai tahapan teknis.

Menurut Aliyas, percepatan tidak cukup hanya dengan menambah tenaga kerja. Kesiapan material, bekisting, dan pengaturan tahapan pengecoran menjadi faktor penting untuk mengejar ketertinggalan.

Dengan pasokan material yang mulai kembali lancar dan persiapan pengecoran yang ditingkatkan, kontraktor berharap pembangunan Jalan Kampung Gotong Royong dapat diselesaikan sesuai target kontrak.

Diketahui proyek ini danggarkan Rp2,9 miliar. Proses kontrak dimulai pada 27 April lalu. Dengan durasi kontrak selama 365 hari pelaksanaan dan masa pemeliharaan setahun. (*)

Editor : Ismet Rifani
Gunawan Tricahya Jalan Kampung Gotong Royong CV Dipa Nugrah Utama Aliyas Dinas PUPRK Bontang