Anggaran Bontang Menyusut, Pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada Terancam?

Adhiel kundhara • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:42 WIB
POTENSI TERTUNDA: Rencana untuk membangun gedung C RSUD Taman Husada diperkirakan tidak bisa dilaksanakan tahun depan jika hanya mengandalkan APBD Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP
POTENSI TERTUNDA: Rencana untuk membangun gedung C RSUD Taman Husada diperkirakan tidak bisa dilaksanakan tahun depan jika hanya mengandalkan APBD Bontang. ADIEL KUNDHARA/KP

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Rencana pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada Bontang dihadapkan pada tantangan pembiayaan. Di tengah proyeksi anggaran daerah 2027 yang semakin terbatas, kepastian dukungan dana untuk pengembangan fasilitas rumah sakit tersebut masih menjadi perhatian.

Direktur Utama RSUD Taman Husada Bontang, dr Suhardi, mengungkapkan kondisi keuangan daerah menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan dalam rencana pembangunan fasilitas kesehatan.

Terlebih, kebutuhan pengembangan rumah sakit harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Dalam wawancara, Suhardi menyinggung proyeksi anggaran 2027 yang disebut berada di kisaran Rp1,6 triliun.

Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk pembangunan gedung C RSUD mencapai Rp500 miliar. Namun, belum ada kepastian mengenai sumber pembiayaan maupun dampak kondisi fiskal tersebut terhadap rencana pembangunan.

Baca Juga: Dari Perayaan HUT ke-61 Bankaltimtara, Usung Semangat Energi Baru bagi Nasabah

“Kalau melihat kondisi anggaran 2027, memang cukup memprihatinkan. Tetapi, apakah nanti berdampak terhadap APBD yang sudah ditetapkan, saya belum bisa memastikan,” kata Suhardi, Rabu (14/10/2026).

Menurut Suhardi, pemerintah daerah tetap membutuhkan terobosan untuk memastikan program pembangunan yang menyangkut kepentingan masyarakat dapat berjalan. Dukungan dari pemerintah di tingkat yang lebih tinggi juga menjadi salah satu kemungkinan yang diharapkan.

“Siapa tahu ada terobosan dari pemerintah daerah atau bantuan. Kalau ada dukungan, tentu alhamdulillah,” ucapnya.

Pembangunan Gedung C menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan layanan RSUD Taman Husada. Ketersediaan ruang perawatan yang memadai dibutuhkan untuk mengimbangi kebutuhan pelayanan pasien, terutama pada layanan rawat inap dengan tingkat keterisian tempat tidur yang tinggi.

Baca Juga: Pertama di Kalimantan, ATM Emas Pegadaian Bikin Cetak Fisik Jadi Instan

Suhardi menjelaskan, persoalan kapasitas rumah sakit tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah seluruh tempat tidur yang tersedia. Penempatan pasien harus mempertimbangkan jenis penyakit, kebutuhan perawatan, serta standar pemisahan pasien berdasarkan kategori tertentu.

Kondisi tersebut membuat ruang perawatan yang tampak kosong belum tentu dapat digunakan untuk menampung pasien yang sedang mengantre. Ruangan dengan peruntukan berbeda tidak bisa begitu saja digunakan untuk pasien yang membutuhkan layanan khusus.

Karena itu, pengembangan fasilitas rumah sakit perlu mempertimbangkan kebutuhan riil setiap layanan. Penambahan ruang yang sesuai dengan karakteristik pasien diharapkan dapat membantu memperlancar alur pelayanan, termasuk pemindahan pasien dari instalasi gawat darurat (IGD) ke ruang rawat inap.

Meski demikian, kepastian jadwal pembangunan Gedung C, nilai kebutuhan anggaran, dan sumber pembiayaannya masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Pernyataan Suhardi mengenai kondisi fiskal 2027 belum memastikan apakah proyek tersebut akan mengalami penundaan atau perubahan skema pembiayaan.

Ke depan, kepastian dukungan anggaran menjadi faktor penting agar pengembangan RSUD Taman Husada dapat berjalan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat Bontang. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
bontang Berita Bontang rsud taman husada APBD Bontang fasilitas kesehatan