KALTIMPOST.ID- Sampah kiriman laut menjadi persoalan yang terus menghantui permukiman pesisir Kota Bontang. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat gerakan penanganan sampah berbasis masyarakat melalui peluncuran Gerakan Masyarakat Peduli Sampah (Gemas) sekaligus pengukuhan Satuan Tugas (Satgas) Gemas di Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan yang rentan terdampak pasang surut air laut. Peluncuran Gemas dipusatkan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Tanjung Laut Indah, Rabu (14/10/2026). Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris hadir mewakili Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni untuk menyaksikan pengukuhan satgas sekaligus memberikan dukungan terhadap gerakan kebersihan berbasis masyarakat tersebut.
Lurah Tanjung Laut Indah Elis Biantoro menjelaskan, pembentukan Gemas tidak terlepas dari kondisi geografis wilayahnya. Sebanyak 13 RT di kelurahan tersebut berada di kawasan yang dipengaruhi pasang surut air laut. Kondisi itu membuat warga kerap berhadapan dengan sampah kiriman yang terbawa arus laut hingga mendekati permukiman.
Baca Juga: Samarinda Siapkan 1.550 Atlet untuk Porprov Kaltim 2026, Target Juara Umum Meski Anggaran Terbatas
"Tanpa penanganan bersama, persoalan tersebut berpotensi mengganggu kebersihan dan kesehatan lingkungan," kata Elis. Melalui Satgas Gemas, warga didorong mengambil peran lebih aktif dalam menjaga wilayahnya. Upaya yang dilakukan tidak hanya sebatas membersihkan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah, membuang sampah pada tempatnya, serta mencegah munculnya titik pembuangan sampah liar.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Lurah Tanjung Laut Indah dan dilanjutkan dengan penyematan rompi petugas oleh Wakil Wali Kota Agus Haris bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang.
Dalam arahannya, Agus Haris mengapresiasi inisiatif Kelurahan Tanjung Laut Indah bersama DLH dalam memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan prestasi Tanjung Laut Indah yang sebelumnya meraih juara pertama sebagai kelurahan terbersih.
Namun, prestasi itu tidak boleh membuat masyarakat berpuas diri. Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha. AH menegaskan, persoalan sampah kini menjadi salah satu perhatian utama Pemkot Bontang dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Baca Juga: Tiga Fasilitas Transportasi Bakal Dibangun di Mahulu, Pemkab Mulai Siapkan Studi Kelayakan dan DED
“Setelah kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan pengangguran, pengelolaan sampah ditetapkan sebagai prioritas kelima yang mendapat perhatian dalam penyusunan program kerja tahun mendatang,” ucapnya.
Penetapan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan sampah tidak lagi dipandang sebatas urusan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan perkotaan.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Bontang juga akan memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta. Dukungan perusahaan akan dioptimalkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) serta Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Skema kolaborasi ini diharapkan dapat membantu keberlanjutan program kebersihan sekaligus memperluas jangkauan edukasi pengelolaan sampah di tengah masyarakat.
Pemkot Bontang turut mendorong pembentukan kelompok penggerak serupa di tingkat RT agar pelaksanaan Gemas lebih efektif. Dengan kelompok yang bersentuhan langsung dengan warga, edukasi pemilahan dan pengurangan sampah diharapkan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
DLH akan berperan dalam mendampingi pengembangan gerakan tersebut agar dapat diadopsi oleh seluruh kelurahan di Kota Bontang. Kegiatan ini juga dihadiri Camat Bontang Selatan, perwakilan perusahaan, Babinsa Tanjung Laut Indah, serta jajaran Forum Ketua RT. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan memperkuat sinergi bersama Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan elemen warga lainnya.
Dengan penguatan Satgas Gemas, Pemkot Bontang berharap penanganan sampah di kawasan pesisir tidak hanya bergantung pada kegiatan bersih-bersih sesaat, tetapi berkembang menjadi kebiasaan kolektif yang menjaga lingkungan tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan. (riz)
Editor : Muhammad Rizki