Bontang - Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air dari perairan Pulau Beras Basah menunjukkan indikasi pencemaran.
Dari tiga sampel yang diuji, ditemukan kandungan minyak serta kadar logam seng dan timbal yang melampaui baku mutu.
Kepala Laboratorium DLH Bontang, Suryadi, mengatakan hasil pengujian tersebut telah disampaikan kepada tim penegakan hukum lingkungan dan DLH Provinsi Kalimantan Timur untuk ditindaklanjuti.
Temuan itu menjadi perhatian karena kandungan logam dalam kadar yang melebihi ambang batas dapat berdampak terhadap kualitas air dan kehidupan biota laut.
Seng (Zn) sebenarnya dibutuhkan makhluk hidup dalam jumlah kecil. Namun, konsentrasi berlebih dapat bersifat toksik bagi organisme perairan. Sementara timbal (Pb) merupakan logam berat beracun yang berpotensi terakumulasi dalam tubuh biota dan masuk ke rantai makanan.
“Kondisi ini berpotensi mengancam biota laut dan kegiatan wisata bahari sebagaimana diatur dalam Lampiran VIII PP Nomor 22 Tahun 2021,” ujarnya.
Meski demikian, hasil laboratorium tersebut belum menjelaskan sumber material minyak maupun asal kandungan logam yang ditemukan. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pencemaran dan pihak yang bertanggung jawab.
Suryadi mengatakan, laporan hasil pengujian telah diteruskan kepada Pemprov Kaltim.
“Penanganan selanjutnya menjadi kewenangan provinsi. Hasil laboratorium ini juga perlu diperkuat untuk proses berikutnya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, hamparan pasir putih di kawasan wisata Pulau Beras Basah, Bontang, terlihat tercemar material berwarna hitam yang diduga menyerupai oli. Cairan tersebut tampak menyebar di sepanjang bibir pantai hingga ke perairan dangkal.
Dari foto dan video yang diterima redaksi, material berwarna gelap itu terlihat membentuk garis-garis memanjang di atas pasir. Sejumlah bagian tampak menggumpal dengan tekstur kental dan pola sebaran yang tidak beraturan.
Bercak hitam juga terlihat masuk ke air laut di dekat tepi pantai. Kondisi tersebut membuat material gelap tampak kontras dengan pasir putih yang menjadi salah satu daya tarik Pulau Beras Basah.
Sebaran material terlihat di beberapa bagian pesisir. Namun, luas area yang terdampak maupun jumlah material yang mengotori pantai belum dapat dipastikan dari dokumentasi yang diterima. (*)
Editor : Thomas Priyandoko