DPRD Bontang Desak Sumber Pencemaran Pulau Beras Basah Diusut Tuntas

Edwin Agustyan • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 17:12 WIB
Sumber material hitam di Beras Basah belum terungkap. DPRD Bontang mendesak pencemaran diusut tuntas hingga asalnya diketahui.
Sumber material hitam di Beras Basah belum terungkap. DPRD Bontang mendesak pencemaran diusut tuntas hingga asalnya diketahui.

 

BONTANG - Asal material hitam yang mencemari perairan Pulau Beras Basah belum terungkap. DPRD Bontang pun mendesak pemerintah tidak berhenti pada pengambilan sampel, tetapi menelusuri sumber pencemaran hingga tuntas.

Ketua Komisi C DPRD Bontang, Alfin Rausan Fikry, mengatakan Beras Basah merupakan salah satu ikon pariwisata Bontang yang kebersihan dan kelestarian lingkungannya harus dijaga. Karena itu, penanganan pencemaran perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Penanganan tuntas sampai Beras Basah kembali steril dan kembali seperti sediakala,” ungkapnya, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga: Hasil Lab Air Beras Basah Keluar: Terjadi Pencemaran, Ditemukan Minyak hingga Timbal Berlebih

Alfin turut menyoroti pembagian kewenangan antara pemerintah kota dan provinsi dalam penanganan wilayah laut. Menurutnya, mekanisme koordinasi perlu dievaluasi agar proses penelusuran pencemaran tidak berjalan lambat.

Ia mendorong pemerintah provinsi mengevaluasi mekanisme penanganan wilayah laut, termasuk upaya mengidentifikasi sumber pencemaran di perairan Bontang. Alfin juga berharap pemerintah kota memiliki ruang yang memadai untuk terlibat dalam penelusuran di wilayah perairannya. TipsLingkungan

Dengan koordinasi yang jelas, kata dia, pencarian sumber pencemaran tidak seharusnya terhambat akibat saling menunggu langkah antarlembaga.

“Kalau memang itu dihasilkan oleh nelayan atau kapal-kapal laut, ya sampaikan saja. Jangan sampai lama dan berlarut,” tegasnya.

Baca Juga: Karhutla di Tengah El-Nino Gozila, BPBD Ungkap Personel Terbatas, Titik Api Berulang dan Kurang Air

Ia menambahkan, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi pencemaran, khususnya di kawasan wisata. Penanganan yang cepat dan terukur dinilai penting untuk melindungi ekosistem laut serta menjaga daya tarik Pulau Beras Basah.

Diketahui, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air dari perairan Pulau Beras Basah menunjukkan indikasi pencemaran. Dari tiga sampel yang diuji, ditemukan kandungan minyak serta kadar logam seng dan timbal yang melampaui baku mutu.

Kepala Laboratorium DLH Bontang, Suryadi, mengatakan hasil pengujian tersebut telah disampaikan kepada tim penegakan hukum lingkungan dan DLH Provinsi Kalimantan Timur untuk ditindaklanjuti.

Temuan itu menjadi perhatian karena kandungan logam dalam kadar yang melebihi ambang batas dapat berdampak terhadap kualitas air dan kehidupan biota laut.

Editor : Thomas Priyandoko
pencemaran pulau beras basah bontang Pulau beras basah DPRD Bontang