Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sepuluh Komedian Indonesia Saling Bikin Ketawa di LOL Indonesia

Hernawati • Kamis, 11 Juli 2024 | 21:57 WIB
Prime Video Hadirkan Serial  LOL: Last One Laughing, salah satunya diadaptasi dalam versi Indonesia. (Istimewa).
Prime Video Hadirkan Serial  LOL: Last One Laughing, salah satunya diadaptasi dalam versi Indonesia. (Istimewa).

KALTIMPOST.ID, Setelah sukses di lebih dari 20 negara, LOL akhirnya diadaptasi ke versi Indonesia. Konsepnya masih tahan tawa antarkomedian. Dalam reality show 6 episode yang tayang di Prime Video mulai hari ini (11/7) itu, sepuluh komedian dipertemukan untuk saling membuat tertawa. Mereka adalah Ivan Gunawan, Cak Lontong, Denny Cagur, Andre Taulany, Asri Welas, Rina Nose, Gilang Dirga, Dicky Difie, Indra Jegel, dan Marshel Widianto.

Sepuluh komedian itu diundang ’’naik” ke kapal luar angkasa di Galaksi Komedi. Selama enam jam, mereka harus berupaya membuat satu sama lain tertawa. Entah dengan kostum, gimik, celetukan, materi lawak tunggal, atau tingkah ajaib apa pun. Bahkan, bisa jadi mereka dibuat tertawa dengan kemunculan makhluk asing alias komedian kejutan yang menyusup ke kapal luar angkasa.

Sebagai komandan, ada Pandji Pragiwaksono. Melalui ruang kontrol, Pandji akan mengawasi siapa komedian yang tak bisa menahan tawa. ’’Begitu ketawa atau bahkan senyum dikit, ya udah, gugur. Dan selama acara, ada 32 kamera yang disebar plus kru yang mengawasi 10 komedian,” papar Pandji dalam jumpa pers pekan lalu di Hotel The Ritz-Carlton, SCBD, Jakarta Selatan.

Sepuluh komedian yang terpilih mewakili genre dan generasi berbeda. Ada yang berkomedi dengan teatrikal, satir, verbal, hingga ekspresi wajah. Ada yang pandai melakukan impersonation, punya gaya khas, atau bermain kata-kata. Ada yang besar di panggung komedi tunggal, ada yang lahir dari grup lawak. ’’Pokoknya, mereka adalah jajaran komedian terbaik. Itu yang saya ucapkan ketika meyakinkan mereka untuk bergabung,” ujar showrunner Indra Yudhistira.

Setelah terpilih, 10 komedian LOL Indonesia benar-benar tidak tahu siapa saja lawan mereka. Mereka semua hanya diberi tahu konsep acara. Itu membuat mereka kebingungan. Salah satunya, Ivan. ’’Saya lagi kerja di butik, tiba-tiba dijemput dan mata saya ditutup. Kayak ketangkap narkoba ya, Say,” kelakar pria yang aktif sebagai host dan desainer itu.

Sama seperti Ivan, sembilan komedian lain bernasib serupa. Bahkan, sampai pada hari H syuting, mata dan badan mereka ditutup agar tidak bisa melihat satu sama lain hingga sampai di lokasi syuting. Bahkan, hendak ke toilet saja mereka harus diawasi dan ruangan sekitar toilet harus steril. ’’Bini gue aja nggak tahu kalau gue syuting LOL saking rahasianya,” seloroh Denny.

Begitu kesepuluh komedian sudah berkumpul, barulah mereka saling menyerang dengan lawakan. Rina mengaku sebagai peserta yang kesulitan untuk menahan tawa. Berbagai ekspresi wajah dilakukannya agar tawanya tertahan. Memonyongkan bibir, memelototkan mata, hingga menahan napas. Sementara itu, Difie memilih makan agar bisa mengalihkan diri dari tawa. ’’Pisang, snack, sama minuman di kulkas sampai habis biar nggak ketawa,” kata Difie.

Secara garis besar, tim produksi tidak menyediakan skrip tertulis detail. Para komedianlah yang mengonsep pertunjukan secara spontan. Mereka bebas menggunakan segala properti dan kostum di kapal luar angkasa. Ivan, misalnya, tampil dengan kostum pelatih Zumba dan mengajak lawannya Zumba di luar angkasa. Cak Lontong, dengan komedi verbalnya, hampir membuat Rina tertawa saat beradegan membaca koran di toilet.

Ketatnya pengawasan juga membuat para komedian harus ekstra menahan tawa. Kamera-kamera selalu siap menyorot wajah mereka, bahkan ketika ada senyuman setipis tisu. ’’Jangankan ketawa, itu kayaknya suuzon aja bisa ketahuan,” seloroh Difie.

Masing-masing komedian punya waktu untuk mengonsep lawakan. Namun, entah karena grogi atau merasa lawannya kelewat lucu, kadang-kadang konsep di kepala langsung menguap saat hendak dilaksanakan. ’’Bahkan, ada yang diem aja udah bikin ketawa,” ujar Pandji.

Ivan juga menjadi salah satu lawan yang ditakuti. Sebab, segala yang dilakukannya kerap mengundang tawa. Bahkan, celetukan spontannya pun terdengar lucu. ’’Padahal, saya ini nggak merasa lucu lho dan syuting ini paling pusing, ribet, banyak aturan. Sebelum syuting ketemu lawyer, udah kayak mau cerai,” seloroh Ivan, yang mengundang tawa saat jumpa pers.

Di akhir acara, terpilih satu orang pemenang. Dia bakal menyandang gelar Penguasa Galaksi Komedi dan hadiah uang tunai Rp 300 juta. ’’Dan ini sulit lho karena sebenarnya komedian itu adalah orang yang gampang ketawa,” tandas Pandji. (c7/len)

Editor : Hernawati